Nasional
Beranda » Berita » SPMB 2025, Anggota DPRD Depok Qonita Lutfiyah Ingatkan Pemerintah Perhatikan Anak Yatim Piatu dan Fakir Miskin

SPMB 2025, Anggota DPRD Depok Qonita Lutfiyah Ingatkan Pemerintah Perhatikan Anak Yatim Piatu dan Fakir Miskin

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP, Qonita Lutfiyah. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA) 
Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP, Qonita Lutfiyah. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA REPUBLIKA NETWORK — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 baik jenjang SD/SMP/SMA/SMK di Kota Depok sudah di launching.

Petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksana (juklak) juga sudah dikeluarkan yang mengatur syarat, jalur, dan jadwal lengkap pendaftaran bagi calon siswa.

SPMB 2025 dibuka melalui 5 jalur pendaftaran, yakni jalur domisili, afirmasi, inklusi (disabilitas), prestasi dan mutasi.

Baca juga: SPMB 2025 Segera Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkap Pendaftaran SMP di Depok

Terkait jalur afirmasi atau jalur khusus dalam yang ditujukan bagi calon siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP, Qonita Lutfiyah, mengingatkan pemerintah baik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) lebih memperhatikan anak-anak yatim yang dalam kondisi ekonomi tak mampu.

APERMA Rencanakan Aksi ke Mapolres, Kejari Hingga Mapolda, Desak Pengusutan 73 Laporan Dugaan Proyek Bermasalah di Majalengka

"Anak-anak yatim piatu dan keluarga tak mampu harus mendapatkan perhatian khusus di semua jalur penerimaan siswa, terutama di jalur zonasi dan afirmasi," jelas Qonita dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/05/2025).

Qonita yang juga sebagai Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Depok mengatakan, jangan sampai yang menjadi hak anak-anak yatim piatu dari keluarga tak mampu terampas.

Baca juga: Jangan Coba-coba Nitip Siswa, Wali Kota Depok Supian Suri Tegaskan SPMB Bersih, Transparan dan Bebas Titipan

"Ini sering terjadinya saat penerimaan siswa baru, banyak modus orang yang mampu yang mengaku miskin masuk melalui jalur afirmasi. Jadi perlu di cek langsung kebenarannya," terangnya.

Lanjut Qonita, pendidikan itu sangat penting dan anak-anak yatim dan parkir miskin jangan tidak dapat bersekolah.

Kemenhan Gelar Retret 200 Wartawan PWI se-Indonesia, PWI Depok Kirim 11 Wartawan

"Harus di permudah, jangan dipersulit. Kalau perlu di data dan di datangi langsung mereka untuk didaftarkan bersekolah, jemput bola jangan menunggu mereka mendaftar," tuturnya.

Baca juga: Ini Skema dan Jadwal Pelaksanaannya Sistem Penerimaan Murid Baru 2025/2026 di Depok

Dia. menambahkan bahwa anak yatim dan warga miskin bukan sekadar angka dalam data statistik, melainkan manusia yang membutuhkan empati dan perlindungan dari negara, terutama dalam hal hak pendidikan.

"Pemerintah harus punya sensitivitas. Anak-anak yatim piatu dan fakir miskin itu tanggungjawab negara," pungkas Qonita. (***)

Bantuan dari Kapolda Jabar, Kapolres Garut Salurkan Beras untuk Warga Kurang Mampu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

03

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

06

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom