RUZKA INDONESIA — Inspektorat Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya pencegahan tindak pidana korupsi melalui edukasi dan penguatan integritas di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Roadshow Sosialisasi Anti Korupsi Tahun 2026 bertema “Kabupaten Bogor Berintegritas” yang digelar di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Selasa (06/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, pemerintah desa, para kepala desa dan sekretaris desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur masyarakat, hingga para pelajar.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut para pelajar turut diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan pandangannya mengenai persoalan korupsi. Hal ini menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kejujuran dan integritas sejak usia dini.
Camat Sukamakmur, Andri Rahman mengatakan, sosialisasi antikorupsi menjadi landasan penting untuk bersama-sama mewujudkan pemerintahan yang bersih, jujur, transparan dan berintegritas.
Apresiasi
Andri, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor yang telah mendorong Inspektorat untuk terus melakukan edukasi antikorupsi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Bogor yang telah memerintahkan kepada Inspektorat untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi antikorupsi ini,” ujar Andri.
Menurutnya, pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Para aparatur pemerintahan, harus mampu menjadi teladan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus menjadi teladan, menjadi contoh nyata dalam mengantisipasi serta mencegah segala bentuk tindak pidana korupsi, gratifikasi, dan penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.
Ia, juga mengapresiasi seluruh narasumber yang telah memberikan pemahaman kepada peserta, mulai dari unsur pimpinan DPRD, Kejaksaan, Kepolisian, Inspektorat, hingga pemateri lainnya.
Butuh Komitmen
Andri menegaskan, pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
“Segala bentuk kejahatan korupsi, kita tolak. Baik dari kalangan penyelenggara negara maupun seluruh lapisan masyarakat, korupsi tidak boleh mendapat tempat di wilayah Kecamatan Sukamakmur,” katanya.
Ia mengajak seluruh aparatur pemerintahan dan masyarakat untuk terus menjunjung tinggi kejujuran serta menjaga amanah dalam setiap tugas dan tanggung jawab.
“Mari kita tegakkan kejujuran, menjaga amanah, dan membangun daerah ini dengan tangan yang bersih, untuk kesejahteraan seluruh warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Hilmi, pelajar SMK Islam Sholatul Huda, turut menyampaikan aspirasi dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan pelajar dinilai menjadi langkah penting untuk membangun generasi muda yang memahami bahaya korupsi sekaligus memiliki keberanian untuk menyuarakan nilai-nilai kejujuran dan integritas. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar