RUZKA INDONESIA โ Komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang merealisasikan program sekolah swasta gratis di 103 sekolah pada tahun 2026 mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. Menurut Fahira Idris, langkah ini bukan sekadar kebijakan pendidikan, tetapi sebuah investasi strategis jangka panjang menuju Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kompetitif, dan berkeadilan.
โSekolah swasta gratis ini adalah investasi paling berharga menuju Jakarta kota global. Kota global tidak hanya dibangun oleh infrastruktur modern dan kekuatan ekonomi, tetapi oleh kualitas manusianya. Ketika akses pendidikan bermutu diperluas, sesungguhnya Jakarta sedang menanam fondasi peradaban dan daya saing masa depan,โ ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/04/2026).
Menurut Senator Jakarta ini, kebijakan sekolah swasta gratis sangat penting bagi Jakarta karena menjawab tantangan mendasar pendidikan perkotaan, yaitu kesenjangan akses akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri, tingginya biaya pendidikan, serta masih adanya anak tidak sekolah yang membutuhkan afirmasi kebijakan.
Dalam konteks Jakarta yang tengah bertransformasi menjadi kota global, memastikan tidak ada anak tertinggal dari akses pendidikan bermutu adalah prasyarat yang tidak bisa ditawar. Data tentang masih besarnya anak tidak sekolah di Jakarta serta dminannya peran sekolah swasta dalam menampung peserta didik justru memperkuat urgensi kebijakan ini.
Fahira Idris yang juga pemerhati pendidikan ini mengungkapkan, selama ini sekolah swasta kerap diposisikan sebagai pelengkap sistem pendidikan, padahal dalam banyak kasus justru menjadi penyangga utama akses pendidikan warga. Kebijakan sekolah swasta gratis juga penting dibaca sebagai koreksi paradigma bahwa pendidikan bukan beban biaya, melainkan investasi publik yang menghasilkan kualitas manusia sebagai penggerak kemajuan.
โSering kali kita bicara kota global hanya dari gedung tinggi, transit modern, atau investasi asing. Padahal kota-kota global dunia tumbuh karena berinvestasi besar pada manusianya. Pendidikan adalah mesin utamanya,โ ujar Fahira Idris.
Aktivis perempuan ini menilai kebijakan ini juga sangat relevan dengan arah transformasi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional dan kota global masa depan sehingga Jakarta harus membangun keunggulan berbasis human capital. Dalam banyak pengalaman kota dunia, investasi pendidikan merupakan fondasi utama daya saing global.
Perspektif ini juga sejalan dengan pandangan bahwa investasi SDM adalah daya dorong utama agar warga tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi kotanya. Sekolah swasta gratis, lanjut Fahira Idris, dapat dilihat sebagai investasi menuju Jakarta kota global setidaknya karena tiga alasan besar.
Pertama, melahirkan talenta lokal yang akan menjadi penggerak ekonomi pengetahuan (knowledge economy). Kedua, memperkuat inklusivitas, yang merupakan ciri utama kota global sejati. Ketiga, memastikan transformasi Jakarta tidak elitis, tetapi bertumpu pada peningkatan kapasitas seluruh warganya.
โKalau Jakarta ingin menjadi kota global yang sejajar dengan kota-kota dunia, maka pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi strategis, bukan pos pengeluaran. Sekolah swasta gratis adalah salah satu bentuk nyata keberpihakan ke arah itu,โ tegas Fahira Idris.
Meski begitu, Fahira Idris mengingatkan implementasi program harus dikawal agar tepat sasaran, menjaga mutu pendidikan, dan tidak berhenti sebagai program bantuan biaya semata, tetapi menjadi instrumen peningkatan kualitas sekolah, termasuk penguatan guru, fasilitas belajar, dan tata kelola. Catatan evaluatif terkait pentingnya menjaga program benar-benar gratis dan berkualitas juga menjadi perhatian penting.
Fahira Idris berharap realisasi 103 sekolah swasta gratis ini menjadi pijakan awal bagi penguatan ekosistem pendidikan Jakarta yang lebih adil, berkualitas, dan berpandangan jauh ke depan.
โJika Jakarta ingin tumbuh sebagai kota global yang berdaya saing dan berkeadilan, maka investasi terbaiknya adalah memastikan setiap anak mendapat pendidikan bermutu. Karena masa depan kota global, pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusianya,โ pungkas Fahira Idris.
Sebagai informasi, sekolah swasta gratis di Jakarta bertambah 63 unit sehingga totalnya jadi 103 sekolah pada 2026. Penambahan jumlah sekolah swasta gratis itu dituangkan dalam Keputusan Gubernur Jakarta Nomor 312 Tahun 2025.
Sebanyak 103 sekolah swasta itu masuk ke dalam program dengan alokasi anggaran Rp 253,6 miliar. (***)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com




















Komentar