Margo City Biang Kerok Kemacetan di Jalan Margonda Raya, Tidak Pernah Ada Kontribusinya untuk Depok

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK -- Margo City dituding sebagai biang kerok terjadinya kemacetan parah di setiap harinya di Jalan Margonda Raya.
Kemacetan disebabkan karena volume kendaraan yang begitu banyak keluar masuk Margo City. Saat ini, pintu keluar Margo City bertambah menjadi tiga.
Selain itu, titik U-Turn, putaran balik kendaraan yang berdekatan dengan pintu keluar Margo City memperparah kemacetan di Jalan Margonda Raya. Selain itu, kemacetan juga dipicu oleh aktivitas penyeberangan di Pondok Cina.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan akan memanggil pengelola Margo City membahas titik kemacetan utama di Jalan Margonda Raya yaknk di depan Margo Citu.
Pihak Margo City dipanggil untuk membahas kontribusinya terhadap kemacetan dan juga dampak lingkungan.
"Selama ini, menurut teman-teman Pemda, pihak Margo City belum pernah dipanggil. Hari ini kami duduk bersama dengan Forkopimda dan Satlantas Polrestro Depok untuk mencari solusi," ujar Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/02/2025).
Dari hasil pemaparan pihak Polres, kemacetan di sekitar Mall Margo City disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya titik U-Turn, putaran balik, serta pintu keluar Mall Margo City yang kini bertambah menjadi tiga.
Ke depan, Pemkot Depok akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Margo City dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengurai kemacetan di Jalan Margonda Raya.
"Satlantas Polrestro Depok memiliki video lengkap mengenai situasi lalu lintas di sekitar Margo City, dan terlihat jelas bahwa kendaraan yang keluar dari sana memperparah kemacetan di Jalan Margonda Raya," ungkap Chandra.
Menurut Chandra, Pemkot Depok akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik di Kota Depok.
Langkah-langkah jangka pendek pun segera diambil Pemkot Depok untuk mengurangi kepadatan lalu lintas terutama saat jam berangkat dan pulang kerja serta akhir pekan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penebalan petugas di beberapa titik strategis, di Jalan Margonda Raya dan juga di Jalan Raya Sawangan.
Kemungkinan, U-Trun di dekat Margo City-Depok Town Square (Detos) ditutup dan difungsikan penyeberangan (pelican crossing) yang ada di depan bekas gedung SDN Pondok Cina 1 khusus bagi lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan banyaknya kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut, termasuk kasus mahasiswa UI yang mengalami cacat permanen akibat kecelakaan.
"Ternyata setelah kami diskusi dengan Satlantas Polrestro Depok, memang sudah banyak kejadian kecelakaan di sana. Keinginan dari teman-teman Satlantas Polrestro Depok adalah harus ada pembatas demi keselamatan," pungkas Chandra. (Yoyok)