Komunitas Kuliner
Beranda ยป Berita ยป Pelajar Diajak Kenali Kuliner Depok

Pelajar Diajak Kenali Kuliner Depok

Disporyata Kota Depok bersama Moka Depok 2026 mengajak 20 pelajar mengenal bahan masakan khas Betawi Depok di Kampung Malele, RW 08, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Rabu (05/08/2026). (Foto: Dok Diskominfo Kota Depok)

RUZKA INDONESIA — Kenalkan kuliner khas daerah kepada generasi muda tidak cukup hanya dengan menyajikannya di atas meja.

Ada cerita, tradisi, hingga cara memasak yang menjadi bagian dari identitas sebuah daerah.

Semangat itulah yang dibawa Mojang dan Jajaka (Moka) Kota Depok melalui proyek sosial di bidang gastronomi.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok mengajak 20 pelajar dari empat SMK untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner Depok.

Keempat sekolah tersebut yakni SMK Wisata Perintis Depok, SMK Tirtajaya Depok, SMKN 2 Kota Depok, dan SMKN 5 Kota Depok.

Wadon KOOD Bimbing Moka Jabar Kenali Kuliner Betawi Depok

Para pelajar dari jurusan tata boga dan kuliner tersebut tidak hanya dikenalkan dengan jenis makanan khas Depok, tetapi juga diajak memahami bahan, proses memasak, hingga peralatan tradisional yang digunakan masyarakat pada masa lalu.

Kegiatan berlangsung di Rumah Budaya dan menjadi bagian dari proyek sosial yang digagas Bang Adam dan Mpok Riska, perwakilan Kota Depok yang tengah mengikuti rangkaian Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.

Kepala Disporyata Kota Depok, Eko Herwiyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Depok melalui kuliner.

โ€œJadi ini adalah social project mereka yang mereka rancang dan konsep. Mereka mengusulkan bagaimana memperkenalkan, mempromosikan, dan melestarikan salah satu budaya khas Kota Depok dalam bidang kuliner atau gastronomi,โ€ ujar Eko dalam keterangan yang diterima, Ahad (08/08/2026).

Melihat Langsung Proses Proses Pembuatan

Menurut Eko, para pelajar tidak hanya dikenalkan dengan nama-nama makanan. Mereka juga diajak melihat langsung proses pembuatannya, termasuk mengenali bahan yang digunakan dan peralatan memasak yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Depok pada masa lalu.

Komunitas Pecinta Kucing: Denok dan Audrey Hadiri Pesta Ultah Bebeck di Kafe

Menariknya, sebagian bahan makanan yang digunakan dalam kegiatan tersebut diperoleh dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Tapos.

KWT tersebut memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai sayuran dan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pangan.

โ€œSebagian bahan tadi kita mengambil dari sana dan kita bawa ke Rumah Budaya ini untuk kita perkenalkan kepada mereka bagaimana cara memasaknya. Dari jenis bahannya, cara memasaknya, kemudian juga nama-nama peralatannya yang memang digunakan oleh warga Depok tempo dulu,โ€ jelasnya.

Bagi Eko, pendekatan seperti ini penting agar generasi muda tidak hanya mengenal makanan khas Depok, tetapi juga memahami nilai budaya yang ada di baliknya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang belajar bagi para siswa yang memiliki ketertarikan dan dasar pendidikan di bidang kuliner.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Hj. Nunur Nurhasdian Santuni Puluhan Anak Yatim

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada teman-teman mereka sehingga semakin banyak anak muda mengenal makanan khas daerahnya sendiri.

Eko menyebut pelestarian kuliner lokal semakin penting di tengah kuatnya pengaruh budaya luar. Beragam makanan cepat saji dan tren kuliner modern kini semakin mudah ditemui dan digemari anak muda.

Jaga Identitas Budaya

Menurutnya, mengenalkan kuliner kepada generasi muda merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga identitas budaya Depok tetap hidup dan tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Dengan melibatkan pelajar dari empat sekolah, proyek gastronomi ini diharapkan tidak berhenti pada 20 peserta yang hadir. Mereka dapat menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengenalkan kembali kekayaan kuliner Betawi Depok kepada lingkungan sekitarnya.

โ€œHarapan kita, generasi muda Kota Depok ke depan, di tengah gempuran budaya luar, termasuk makanan, sekarang banyak sekali makanan cepat saji atau fast food, tetap mengenali, mencintai, dan mengonsumsi makanan atau kuliner khas Depoknya,โ€ harapnya.

Sebab, di balik sepiring makanan khas Betawi Depok, terdapat cerita tentang kebiasaan, kearifan lokal, dan warisan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya. (***)

Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom