RUZKA INDONESIA โ Paska Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, ada rumor bahwa oligarki melalui kaki tangannya akan menciptakan ketegangan politik di tanah air.
Namun rumor tersebut dibantah oleh Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga. Menurutnya hal itu kecil kemungkinan akan terjadi. Sebab, oligarki melalui kaki tangannya tidak akan cukup kuat untuk menggoyang Pemerintahan Prabowo Subianto.
“Ada tiga pertimbangan utama mengapa kecil kemungkinan hal itu terjadi. Pertama, TNI dan Polri loyal dan solid mendukung Prabowo. Dukungan TNI dan Polri ini menjadi benteng yang kokoh untuk menjaga kondusifitas politik nasional,” ungkap Jamil kepada RUZKA INDONESIA, Senin (18/05/2026).
Sejarah juga membuktikan, tidak ada kekuatan di Indonesia yang mampu menggoyang pemerintahan yang berkuasa bila tidak didukung TNI dan Polri. Karena itu, ekskalasi politik pada hari dan paska Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei tetap akan landai. Kalau pun ada hanya riak-riak yang tidak akan mengganggu stabilitas politik.
“Dua, dukungan rakyat terhadap Prabowo masih sangat tinggi. Hal itu terlihat dari hasil survei terakhir di mana mayoritas masyatakat puas terhadap kinerja Prabowo. Karena itu, akan sulit bagi siapa pun, termasuk kaki tangan oligarki, untuk mengajak masyarakat mendongkel pemerintahan Prabowo. Sebaliknya, sebagian masyarakat bisa saja akan melawan pihak-pihak yang akan menciptakan ketegangan politik,” jelas pengamat yang juga mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.
Hal itu dapat terjadi karena sebagian besar masyarakat sudah muak kepada oligarki dan kaki tangannya. Kelompok ini justru menginginkan agar oligarki dienyahkan dari Indonesia.
“Tiga, mayoritas partai politik masih mendukung Prabowo. Partai politik ini memiliki cukup kekuatan untuk menangkal serangan oligarki dan kaki tangannya. Partai politik juga punya cukup kader yang tersebar di Indonesia. Para kader ini dapat digerakkan kapan saja untuk mendukung Prabowo,” tandas Jamil lagi.
“Jadi, kalau oligarki dan kaki tangannya berani bermain api, maka hal itu bisa menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Bahkan hal itu bisa jadi momentum bagi pemerintahan Prabowo untuk melucuti para oligarki yang sepak terjangnya sudah tak dapat ditolerir lagi,” tandasnya. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com



Komentar