RUZKA INDONESIA — Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok yang mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai sumber pemicu kebakaran, terutama instalasi listrik di rumah.
Kelurahan Rangkapan Jaya Baru merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi karena karakteristik permukimannya yang padat.
โKalau melihat peta kejadian kebakaran, wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi memiliki risiko lebih besar. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran meningkat sehingga masyarakat perlu lebih waspada,โ ujar Kepala Bidang Pencegahan, Penyuluhan, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Widiyati usai memberikan edukasi kepada warga RW 06 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kamis (16/07/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar kebakaran rumah tinggal masih disebabkan oleh gangguan kelistrikan.
Instalasi listrik yang sudah tua, penggunaan sambungan yang tidak sesuai standar, hingga penambahan daya tanpa penyesuaian instalasi menjadi faktor yang kerap ditemukan di lapangan.
Untuk itu, masyarakat diimbau melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada rumah yang telah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh petugas atau tenaga yang memiliki kompetensi di bidang kelistrikan.
โKita sering menambah peralatan elektronik di rumah, tetapi lupa mengecek apakah instalasi listriknya masih mampu menampung beban tersebut. Hal-hal seperti ini yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan korsleting,โ ungkapnya.
Selain instalasi listrik, penggunaan gas elpiji juga perlu mendapat perhatian. Warga diminta memastikan kondisi regulator, selang, dan tabung gas selalu dalam keadaan baik serta segera menggantinya apabila ditemukan kerusakan.
Sebagai langkah pencegahan, Damkar Kota Depok terus mendorong pembentukan Sistem Keselamatan Kebakaran Lingkungan (SKKL) melalui keterlibatan aktif masyarakat.
Program ini diharapkan dapat melahirkan relawan kebakaran di tingkat lingkungan yang mampu melakukan penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.
โKebakaran sering terjadi saat masyarakat sedang beristirahat pada malam hari. Karena itu, kesiapsiagaan warga menjadi kunci agar kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas,โ tuturnya.
Widiyati berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan kebakaran.
Langkah sederhana seperti memeriksa instalasi listrik, memastikan keamanan penggunaan gas elpiji, serta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dapat membantu meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan permukiman. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar