Nasional
Beranda ยป Berita ยป Meutya Hafid: Kearsipan Digital Fondasi Kinerja, Terapkan Prinsip T3

Meutya Hafid: Kearsipan Digital Fondasi Kinerja, Terapkan Prinsip T3

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam kegiatan Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026), mengatakan penguatan kearsipan juga sejalan dengan prinsip T3 yang menjadi landasan Kementerian Komdigi, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. (Foto: Komdigi/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan transformasi kearsipan digital merupakan fondasi krusial dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada kualitas layanan publik.

Hal itu disampaikan Meutya dalam Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal di Lingkungan Kementerian Komdigi bertema Empowering the Future: Arsip Terhubung, Kinerja Tumbuh, Integritas Terjaga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

“Pengarsipan sering dianggap sebagai suatu proses yang berada paling ujung. Padahal, sebagaimana dalam lomba lari, yang paling penting adalah bagaimana kita mencapai garis finish,” ujar Meutya.

Menurutnya, arsip tidak hanya rekaman kegiatan, tetapi dasar untuk mengevaluasi pencapaian target, menentukan kebijakan, mengefisienkan anggaran, serta mengidentifikasi hambatan program.

“Karena pencatatan yang akurat harus menjadi kebiasaan dalam setiap proses kerja. Bagi kami, pencatatan menjadi nomor satu. Data harus akurat, tidak boleh salah menyampaikan,” jelasnya.

Depok Bertekad Jadi Kota Paling Toleran

Meutya menjelaskan penguatan kearsipan sejalan dengan prinsip T3 yang menjadi landasan Kementerian Komdigi, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

“Dalam konteks kearsipan digital, Terhubung berarti memastikan data dan arsip dapat terintegrasi serta dimanfaatkan lintas unit kerja untuk mendukung produktivitas dan pengambilan keputusan,” ungkapnya.

Tumbuh mencerminkan pemanfaatan arsip sebagai sumber pembelajaran organisasi. Rekam jejak program, hasil evaluasi, dan dokumentasi kebijakan menjadi pijakan memperbaiki proses kerja dan memastikan program disusun berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Adapun Terjaga menegaskan pentingnya menjaga keamanan, keutuhan, kerahasiaan, dan keberlanjutan arsip sesuai ketentuan. Pengelolaan arsip harus memastikan informasi yang memiliki nilai guna tetap terpelihara, sementara pemusnahan arsip dilakukan berdasarkan klasifikasi, retensi, dan prosedur yang berlaku,” tandasnya.

Meutya juga menyoroti pentingnya pengelolaan data dan arsip di tengah perkembangan artificial intelligence (AI).

Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Harus Berbasis Kemampuan Nyata

“Karena kemampuan mengelola, memelihara, menghubungkan, dan mengolah data menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan teknologi digital,” jelasnya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom