Nasional
Beranda ยป Berita ยป Membatasi Capres dan Cawapres Kader Partai, Jamiluddin Ritonga: Tak Memenuhi Prinsip Keadilan

Membatasi Capres dan Cawapres Kader Partai, Jamiluddin Ritonga: Tak Memenuhi Prinsip Keadilan

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga mengemukakan, kiranya aneh bila capres dan cawapres dari kader partai, namun kandidat Pilkada dibolehkan dari non-kader partai. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga mengemukakan, kiranya aneh bila capres dan cawapres dari kader partai, namun kandidat Pilkada dibolehkan dari non-kader partai. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga mengemukakan, usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar capres dan cawapres berasal dari kader partai kiranya layak jadi bahan pertimbangan bagi penyusun RUU Pemilu.

Jamil melihat persyaratan seperti itu memang tidak tegas dinyatakan dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam UU ini tidak secara kaku mengharuskan capres dan cawapres dari kader partai politik.

“UU tersebut pada dasarnya membolehkan capres dan cawapres bukan dari kader partai pengusung. Syaratnya selama ada partai politik atau gabungan partai yang mencalonkannya, maka ia berhak menjadi capres dan cawapres. Jadi, syarat utama capres dan cawapres diusung oleh partai politik peserta pemilu dan memenuhi syarat administrasi, seperti warga negara Indonesia, usia, pendidikan, sehat, dan tidak pernah berkhianat kepada negara,” papar Jamil kepada RUZKA INDONESIA, Jumat (24/04/2026) pagi.

Putusan MK Nomor 62/PUU-XXII/2024 juga hanya menegaskan, seluruh partai peserta pemilu berhak mengusulkan pasangan calon. Putusan ini dengan sendirinya membuka ruang lebih besar bagi tokoh non-partai untuk diusung.

Di Amerika Serikat (AS), terang Jamil, juga tidak mengharuskan capres dan cawapres dari kader partai. Konstitusi AS hanya mensyaratkan capres dan cawapres sebagai warga negara kelahiran asli, berusia minimal 35 tahun, dan tinggal di AS selama 14 tahun.

Ngobras Forum Pimred Multimedia Bersama Kadiv Humas Polri: Bicara Polisi, Publik dan Media

Meski di AS ada jalur independen, namun harus memenuhi persyaratan ballot access yang rumit dan berbeda-beda di setiap negara bagian untuk mencantumkan nama di surat suara. Karena itu, dalam praktiknya kandidat capres dan cawapres di AS selalu berasal dari Partai Demokrat dan Republik.

“Jadi, selama ini belum ada pembatasan capres dan cawapres dari kader partai politik di Indonesia, termasuk di AS. Karena itu, usulan KPK itu perlu dikaji plus minusnya bila capres dan cawapres hanya dari kader partai. Lagi pula, membatasi capres dan cawapres hanya dari kader partai, tentu menutup peluang bagi anak bangsa yang potensial untuk memimpin Indonesia. Hal itu tentu tak sejalan dengan semangat konstitusi dan Pancasila yang mengedepankan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Belum lagi bila usulan KPK itu diperluas untuk pemilihan gubernur, bupati, dan walikota. Pada Pilkada dimungkinkan jalur independen, yang kandidatnya dengan sendirinya dari non-kader partai.

Menurut Jamil, kiranya aneh bila capres dan cawapres dari kader partai, namun kandidat Pilkada dibolehkan dari non-kader partai.

“Hal demikian kiranya layak menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan Komisi II DPR RI dalam menyusun RUU Pemilu. Dengan begitu pengaturan capres dan cawapres dapat memenuhi prinsip keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia,” pungkas Jamil. (***)

Melalui Seminar Nasional, UI Dorong Reformasi Pemilu untuk Representasi Politik Responsif

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan




Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub



Kolom