RUZKA INDONESIA – Maxim Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Cheshire Indonesia. Langkah ini jadi upaya nyata mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas fisik agar bisa hidup mandiri dan produktif.
Data BPS mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas di Indonesia baru 44 persen. Angka itu masih jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 69 persen. Lewat kerja sama ini, Maxim ingin mendorong kemandirian ekonomi yang lebih inklusif.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah.
Sebagai bentuk dukungan, Maxim memberikan saldo perjalanan senilai Rp18 juta kepada Yayasan Cheshire Indonesia. Dana itu untuk mendukung mobilitas para penerima manfaat yayasan.Yang paling mencolok, penyandang disabilitas yang bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim bisa menikmati program bebas komisi. Artinya seluruh pendapatan diterima penuh tanpa potongan. Selain itu, mitra difabel juga mendapat perlindungan lewat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tanpa biaya. Inisiatif ini disebut jadi yang pertama di antara platform transportasi online di Indonesia.
“Program bebas komisi dan perlindungan sosial merupakan bentuk investasi kami dalam menciptakan kesempatan yang setara di tengah perkembangan ekonomi digital,” kata Dirhamsyah.
Saat penandatanganan MoU, Maxim turut menampilkan kendaraan yang sudah dimodifikasi untuk pengemudi difabel. Modifikasinya mulai dari penyesuaian pedal gas dan rem pada mobil, hingga modifikasi tempat duduk pada motor.
Sebelumnya, Maxim juga sudah menghadirkan fitur aksesibilitas. Di antaranya dukungan TalkBack bagi pengguna tunanetra, fitur percakapan untuk penumpang dengan gangguan pendengaran, serta notifikasi khusus ke pengemudi jika penumpang butuh bantuan tambahan.
Fakta: 75 Persen Difabel Kerja di Sektor Informal
Berdasarkan data BPS, ada sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia atau 8,5 persen dari total populasi. Tingkat kemiskinan kelompok ini mencapai 11,42 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 8,57 persen.Dari 720.748 penyandang disabilitas yang bekerja, sekitar 75 persen masih di sektor informal. Hanya 2,8 persen yang punya pendidikan tinggi.
Ketua Yayasan Cheshire Indonesia, Janthy Nihardjo, menyebut kerja sama ini jadi langkah penting memperluas akses difabel untuk beraktivitas dan dapat kesempatan ekonomi.
“Kerja sama ini sangat berarti karena membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bermobilitas, bekerja, dan hidup mandiri. Kami sangat mengapresiasi komitmen Maxim dalam menghadirkan peluang yang lebih inklusif bagi semua,” ujar Janthy Nihardjo.***
Editor: Yoyok Bepe
Email: yoyokbp@gmail.com






Komentar