Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Malam Puncak Ekraf Majalengka 2026 Meriah, Kesenian Gaok hingga Komedian Sunda Hibur Warga

Malam Puncak Ekraf Majalengka 2026 Meriah, Kesenian Gaok hingga Komedian Sunda Hibur Warga

Bupati Majalengka dan ketua komite Ekraf , H.Baya yang didampingi istri tertawa melihat penampilan seniman komedian Jawa Barat tersebut. (Foto: Dok Ekraf Majalengka)

RUZKA INDONESIA — Malam puncak Majalengka Creative Festival (MCF) 2026 berlangsung meriah di kawasan Gedung Majalengka Creative Centre (MCC), Sabtu (24/10/2026) malam.

Ratusan masyarakat yang hadir disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya Sunda, mulai dari kesenian tradisional Gaok, pencak silat, tari Jaipong, hingga aksi komedi yang mengundang gelak tawa.

Kegiatan yang digelar mulai pukul 19.00 WIB itu menjadi ruang bagi para seniman untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Tak hanya menghadirkan hiburan, perhelatan tersebut juga membawa pesan penting tentang pelestarian seni tradisi Sunda di tengah perkembangan zaman.

Salah satu pertunjukan yang mencuri perhatian adalah kesenian Gaok, seni tradisional khas Majalengka yang mengandalkan kekuatan vokal untuk menyampaikan cerita atau wawacan.

UMKM Binaan Pertamina Berikan Dampak Bagi Perempuan dan Penyandang Disabilitas

Sarat Nilai Bersejarah

Tanpa iringan instrumen musik, seniman Gaok melantunkan kisah-kisah yang sarat nilai sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat Sunda.

Cerita yang dibawakan di antaranya berkaitan dengan asal-usul Majalengka, berdirinya Kerajaan Talaga Manggung, hingga sosok Ratu Simbar Kancana.

Perpaduan tradisi Sunda Buhun dengan unsur syiar Islam menjadi bagian dari kekhasan kesenian tersebut.

Suara lantang penembang dan alur cerita yang disampaikan menghadirkan suasana tersendiri, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni tradisi menjadi media pewarisan sejarah dan nilai budaya.

Selain Gaok, masyarakat Sunda juga mengenal tradisi ngawih, yakni melantunkan lagu atau tembang yang memiliki keterkaitan dengan pupuh.

Waqf Site Visit dan PKM Internasional BWI Dorong Inovasi Wakaf Produktif

Tembang-tembang tersebut mempunyai pola nada dan aturan tertentu serta memuat pesan moral, nasihat, dan filosofi kehidupan.

Tantangan Serius

Dalam berbagai pertunjukan, tembang Sunda dapat diiringi alat musik tradisional, termasuk gamelan, yang memperkuat nuansa khas dan kedalaman makna dari lagu yang dibawakan.

Namun, di balik kekayaan seni tradisi tersebut, kesenian Gaok menghadapi tantangan serius.

Regenerasi seniman yang belum memadai dikhawatirkan membuat kesenian khas Majalengka itu semakin terpinggirkan dan terancam kehilangan penerus.

Karena itu, kehadiran seni tradisional dalam kegiatan publik seperti Majalengka Creative Festival 2026 menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.

FFF Serukan Optimalisasi Lahan Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Komedian Sunda Bikin Bupati dan Warga Tertawa

Suasana malam puncak semakin semarak dengan penampilan pencak silat dan hiburan komedi yang menghadirkan tiga komedian Sunda, yakni Mang Ohang, Mang Oni, dan Ceu Popon.

Aksi panggung ketiganya sukses mengundang tawa penonton. Bupati Majalengka bersama jajaran pemerintah daerah yang hadir turut menyaksikan penampilan para komedian tersebut.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan hiburan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Sunda.

Guyonan khas yang disampaikan para komedian membuat suasana acara semakin cair dan penuh keakraban.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Majalengka, Haji Baya, juga turut meramaikan acara dengan ikut menari Jaipong.

Tambah Semarak

Aksi tersebut menambah semarak pergelaran yang memadukan seni tradisi, hiburan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Haji Baya mengatakan, Majalengka Creative Festival 2026 mengusung sejumlah pesan, salah satunya melalui tema berbahasa Sunda, Diajak Nyeungseurikeun Kapusing.

Tema tersebut mengandung ajakan untuk menertawakan kesulitan atau kepusingan hidup melalui kegembiraan dan hiburan.

“Diajak Nyeungseurikeun Kapusing. Makanya saya datangkan seniman komedian agar benar-benar bisa nyeungseurikeun,” ujar Haji Baya.

Menurut dia, penyelenggaraan festival tersebut bukan semata-mata untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat.

Pertahankan Kesenian dan Kebudayaan Sunda

Kegiatan itu juga menjadi salah satu bentuk upaya mempertahankan kesenian dan kebudayaan Sunda agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Seni tradisi tetap terjaga mengisi ruang publik. Dengan ini, kita akan merasa senang, bahagia, ceria, dan pada akhirnya kapusing itu kita seungseurikeun,” tuturnya.

Dia berharap, ruang-ruang publik dapat terus dimanfaatkan untuk menampilkan seni tradisional dan kreativitas para seniman lokal.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga semakin mengenal dan menghargai kekayaan budaya daerahnya.

Menutup kegiatan tersebut, Haji Baya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.

Antusiasme Masyarakat

Dia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan hingga malam puncak berlangsung meriah.

Bagi Haji Baya, dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan seni budaya sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Majalengka. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom