Hukum
Beranda ยป Berita ยป KOSMAK Laporkan Dugaan Korupsi Satgas PKH ke KPK, Soroti Potensi PNBP Rp277 Triliun

KOSMAK Laporkan Dugaan Korupsi Satgas PKH ke KPK, Soroti Potensi PNBP Rp277 Triliun

Aktivis antikorupsi dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOSMAK), Sugeng Teguh Santoso (kiri), Petrus Selestinus, dan Ronald Loblobly usai melaporkan Satgas PKH ke Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Sofyan/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) melaporkan dugaan korupsi dalam penetapan, penagihan, pelunasan, verifikasi nihil dan pencatatan denda administratif oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan disampaikan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

KOSMAK menyebut negara seharusnya mendapat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sedikitnya Rp277 triliun dari denda administratif 436 korporasi perkebunan sawit seluas 790.474 hektare dan 161 perusahaan pertambangan seluas 35.000 hektare di 14 provinsi.

Namun, berdasarkan Nota Dinas Nomor B-68/Set-PKH/07/2026 tanggal 3 Juli 2026 yang ditandatangani Ketua Pelaksana Satgas PKH Febrie Adriansyah, total pelunasan yang dicatat hanya Rp12,9 triliun, terdiri dari 28 perusahaan tambang Rp2,176 triliun dan 89 korporasi sawit Rp10,732 triliun.

“KOSMAK menemukan bukti permulaan yang cukup telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi dalam penetapan, penagihan, pelunasan, hasil verifikasi nihil dan pencatatan denda administratif oleh Satgas PKH yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah,” ujar Komisioner KOSMAK Petrus Selestinus.

Perkara Korupsi Batu Bara PT CCM di Nunukan Berlanjut, Kejagung Periksa 4 Saksi

KOSMAK menilai angka tersebut jauh dari prediksi Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di hadapan Presiden Prabowo pada 24 Desember 2025 yang memprediksi potensi Rp142,23 triliun di 2026, dengan rincian sawit Rp109,6 triliun dan tambang Rp32,63 triliun.

Koordinator KOSMAK Ronald Loblobly menyoroti kasus PT Tonia Mitra Sejahtera (PT TMS) di Pulau Kabaena, Bombana, Sulawesi Tenggara, yang disebut telah lunas Rp500 miliar berdasarkan SKT http://No.36.K.MB.04/MEM.B/2026 tanggal 13 Januari 2026, padahal kewajiban menurut perhitungan Satgas sendiri Rp2,094 triliun untuk lahan 172,82 hektare.

“Fakta PT TMS kurang bayar sebesar Rp1,594 triliun berkesesuaian dengan bukti surat panggilan Satgas PKH No.B-904/PKH-Pokja-3T/04/2026 tanggal 16 April 2026 yang masih menagih sisa kewajiban,” ujar Ronald.

Ronald juga mempertanyakan sejumlah korporasi tambang yang tidak tercantum dalam lampiran Nota Dinas tersebut, antara lain PT Putra Kendari Sejahtera, PT Masempo Dalle, PT Tristaco Mineral Makmur, CV Unaaha Bakti, PT Bintang Delapan Mineral, PT Arga Morini Indah, PT Weda Bay Nickel, PT Bakti Bumi Sulawesi, dan PT Bumi Morowali Utama.

Sementara Komisioner KOSMAK Sugeng Teguh Santoso mendesak Best Group dipidana terkait perambahan 6.210 hektare hutan lindung dan 539 hektare kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting dari total 192.850,16 hektare yang dirambah tanpa izin sejak 2005.

“Perambahan kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting yang kini dilanda kebakaran, murni merupakan pelanggaran pidana sebagaimana UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya yang tidak dapat diselesaikan hanya dikenakan denda administrasi,” ujar Sugeng.

KOSMAK mendesak KPK segera memeriksa Febrie Adriansyah, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Sanitiar Burhanuddin, dan Muhammad Yusuf Ateh terkait dugaan tersebut. Seluruh pihak yang disebutkan belum memberikan tanggapan atas laporan ini. ***
Jurnalis: Sofyan Hadi
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom