Nasional
Beranda ยป Berita ยป Kisah Pilu Anak 6 Tahun di Tanjungsari Viral, Hj. Nunur Nurhasdian Pastikan Akses Kesehatan

Kisah Pilu Anak 6 Tahun di Tanjungsari Viral, Hj. Nunur Nurhasdian Pastikan Akses Kesehatan

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV, Fraksi PKB, Hj. Nunur Nurhasdian saat membesuk seorang anak mengalami kejang atau step sejak usia dini. (Foto: Dok Dwi Retno Sari)

RUZKA INDONESIA — Kisah seorang anak berusia enam tahun di Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, yang selama bertahun-tahun lebih banyak terbaring di rumah, mendapat perhatian setelah kondisinya ramai di media sosial.

Anak yang tinggal di Kampung Dukut, RT 01/RW 01 Desa Sirnarasa itu disebut mengalami kejang atau step sejak usia dini.

Sejak saat itu, keluarga mengaku menghadapi berbagai keterbatasan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secara berkelanjutan.

Kabar tersebut akhirnya sampai ke telinga anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV, Fraksi PKB, Hj. Nunur Nurhasdian. Ia pun mendatangi langsung rumah keluarga tersebut pada Kamis (24/09/2026).

Hj. Nunur ingin memastikan kondisi anak sekaligus mengetahui kendala yang selama ini membuat proses pelayanan kesehatan belum berjalan maksimal.

Ditjenpas Bantah Temuan Ombudsman Terkait Ada Kamar Seperti Apartemen, Yusril: Persilahkan Media Cek

โ€œSaya datang untuk memastikan sendiri kondisi anak ini. Jangan sampai ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetapi tidak mendapatkannya karena terkendala administrasi ataupun tidak memahami prosedurnya,โ€ kata Hj. Nunur.

Tindaklanjuti Pelayanan Kesehatan

Dalam kunjungan tersebut, Hj. Nunur memperoleh informasi bahwa anak kini telah memiliki BPJS Kesehatan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga telah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Namun, perjalanan keluarga mendapatkan layanan kesehatan sebelumnya tidak mudah. Anak tersebut disebut pernah dibawa berobat ke puskesmas dan bahkan mendapatkan rujukan ke Jakarta. Akan tetapi, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan karena keluarga terkendala biaya serta belum memahami mekanisme rujukan.

Menurut Hj. Nunur, kondisi tersebut menjadi persoalan yang harus dijembatani pemerintah.

โ€œKetika masyarakat sudah mendapatkan rujukan tetapi kemudian terkendala biaya, informasi atau prosedur, jangan dibiarkan berjalan sendiri. Harus ada yang mendampingi,โ€ ujarnya.

Pemkot Depok Komit Tekan Angka Stunting

Ia, juga mengungkapkan adanya persoalan administrasi keluarga yang sempat menjadi kendala. Orang tua anak tersebut diketahui menikah secara siri sehingga terdapat sejumlah persoalan administratif yang perlu dibantu penyelesaiannya sesuai ketentuan.

Hj. Nunur menegaskan, aturan administrasi tetap harus dipenuhi. Namun, pemerintah juga harus membantu masyarakat memahami dan menyelesaikan persoalan tersebut.

โ€œAdministrasi memang penting dan harus sesuai aturan. Tetapi jangan sampai ketidaktahuan masyarakat terhadap prosedur justru menjadi penghalang untuk mendapatkan pelayanan,โ€ katanya.

Butuh Perhatian

Hj. Nunur meminta pemerintah desa, kecamatan, puskesmas, kader posyandu hingga dinas kesehatan lebih aktif mendeteksi warga yang membutuhkan perhatian.

Menurutnya, kasus seperti ini seharusnya bisa diketahui lebih awal tanpa harus menunggu cerita warga menjadi viral di media sosial.

MagangHub Batch 2 Dimulai, Sebanyak 40.962 Peserta Siap Mengikuti Pemagangan

โ€œJangan menunggu laporan menjadi viral baru bergerak. Pemerintah harus mengetahui kondisi warganya dan hadir sebelum persoalan menjadi lebih berat,โ€ tegasnya.

Ia pun mengingatkan agar kondisi kesehatan anak tidak disimpulkan berdasarkan dugaan masyarakat. Pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga medis dinilai menjadi langkah utama untuk mengetahui kebutuhan penanganannya.

โ€œYang paling penting sekarang bukan membuat kesimpulan sendiri mengenai penyakitnya. Biarkan tenaga medis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Setelah diketahui kondisinya, baru ditentukan penanganan yang dibutuhkan,โ€ jelas Hj. Nunur.

Hj. Nunur mengapresiasi koordinasi pemerintah daerah dan dinas terkait yang kini mulai memastikan akses pelayanan kesehatan bagi anak tersebut.

โ€œSaya datang bukan untuk mencari siapa yang salah. Yang penting bagaimana persoalan ini selesai dan anak mendapatkan pelayanan yang semestinya,โ€ pungkasnya. (***)

Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom