RUZKA INDONESIA — Kelompok Mandiri Citangkurak berencana mengembangkan kawasan tani dan peternakan terpadu di bantaran Sungai Citangkurak, RT 02 RW 04, Lingkungan Giri Asih, Kelurahan Majalengka Wetan, Kabupaten Majalengka.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi agrowisata kota yang menggabungkan konsep pertanian, peternakan, edukasi, dan wisata.
Kelompok yang beranggotakan lima orang itu menggagas pemanfaatan lahan seluas sekitar 5000 meter persegi sebagai kawasan produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi ruang hijau bagi masyarakat.
Inisiator Kelompok Mandiri Citangkurak, Wawan Hermawan, mengatakan pengembangan kawasan tersebut masih berada pada tahap perencanaan.
Menurutnya, konsep yang diusung adalah mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan dalam satu kawasan yang nantinya terbuka untuk masyarakat.
“Kami berencana mengembangkan kawasan ini menjadi sentra tani dan ternak terpadu yang sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai agrowisata kota. Harapannya, masyarakat tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga memperoleh edukasi tentang pertanian dan peternakan,” ujar Wawan Hermawan, Sabtu (18/07/2026).
Ia menjelaskan, lokasi yang berada di sekitar bantaran Sungai Citangkurak dinilai memiliki potensi untuk ditata menjadi kawasan yang lebih hijau, produktif, dan menarik.
Selain mendukung ketahanan pangan skala lokal, kawasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat dengan lingkungan.
“Ini merupakan langkah awal. Kami ingin menghadirkan kawasan yang bermanfaat bagi warga dan mudah-mudahan ke depan mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga rencana ini bisa terwujud,” katanya.
Apabila pengembangan tersebut terealisasi, Kelompok Mandiri Citangkurak berharap kawasan itu dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan lahan perkotaan berbasis pertanian dan peternakan yang berkelanjutan di Kabupaten Majalengka. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar