RUZKA INDONESIA — Perburuan diskon menjelang tanggal kembar 11 November atau 11.11 biasanya membuat masyarakat sibuk membandingkan harga dan memasukkan berbagai barang ke keranjang belanja. Di balik kemeriahan promosi tersebut, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni kesehatan keuangan pribadi.
Chief Client and Marketing Sun Life Indonesia, Maika Randini, mengajak masyarakat melihat kembali cara mengelola uang. Menurutnya, menikmati hasil kerja melalui belanja, liburan, atau pengalaman menyenangkan bukanlah sesuatu yang keliru.
“Namun, kesenangan sesaat perlu berjalan beriringan dengan persiapan menghadapi kebutuhan mendatang,” ujar Maika dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (8/11/2026).
Maika menilai kebebasan finansial tidak hanya diukur dari kemampuan membeli barang yang diinginkan. Kemampuan menghadapi kejadian tak terduga dan menentukan pilihan hidup tanpa terus-menerus terbebani persoalan uang juga menjadi bagian penting dari keamanan finansial.
Gambaran tantangan tersebut terlihat dalam Financial Resilience Index 2026 yang dirilis Sun Life. Survei itu mencatat 80 persen responden di Indonesia mengaku inflasi membuat mereka semakin kesulitan membayar pengeluaran rutin setiap bulan.
Dampaknya cukup terasa. Sebanyak 23 persen responden mengaku mulai mengambil dana dari tabungan, sedangkan 26 persen lainnya mengurangi atau melewatkan belanja kebutuhan pokok. Bahkan, hanya 45 persen yang merasa sanggup mempertahankan kebutuhan hidup lebih dari enam bulan apabila tidak lagi memperoleh penghasilan.
Menghadapi kondisi tersebut, Sun Life menawarkan lima langkah yang bisa menjadi prioritas masyarakat di tengah momentum belanja 11.11.
Pertama, kendalikan keputusan belanja. Potongan harga tidak otomatis membuat seseorang lebih hemat. Konsumen perlu memastikan barang yang dibeli memang dibutuhkan, sesuai kemampuan, dan tidak mengganggu anggaran untuk keperluan lain.
Kedua, perkuat dana darurat. Simpanan ini berfungsi sebagai penopang ketika terjadi kehilangan pekerjaan, kebutuhan mendesak, atau pengeluaran yang tidak direncanakan. Kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten dapat dimulai dari nominal kecil sesuai kemampuan.
Ketiga, tingkatkan pemahaman tentang pengelolaan uang. Pengetahuan mengenai tabungan, investasi, bunga majemuk, asuransi, dan dana pensiun membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan keuangan.
Keempat, jangan menelan mentah-mentah informasi keuangan dari internet. Sun Life mencatat 68 persen responden Indonesia menggunakan kecerdasan buatan generatif (Gen AI) untuk mencari informasi keuangan, setidaknya sesekali. Teknologi ini dapat membantu menjelaskan konsep yang rumit, tetapi informasi penting tetap perlu diperiksa melalui sumber tepercaya atau penasihat keuangan profesional.
Kelima, persiapkan masa pensiun lebih awal. Masyarakat perlu memperkirakan kebutuhan hidup setelah tidak lagi bekerja, kemudian mengevaluasi tabungan, investasi, dana pensiun, dan fasilitas yang tersedia dari perusahaan tempat bekerja.
Riset Sun Life bertajuk Retirement Reimagined: Asiaโs Retirement Divide 2026, yang melibatkan 3.006 responden di enam pasar Asia, menemukan sekitar satu dari lima orang tidak memiliki rencana pensiun. Di antara mereka yang sudah pensiun, sekitar satu dari lima mengaku pengeluaran bulanannya lebih besar daripada perkiraan sebelumnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persiapan masa depan tidak sebaiknya ditunda hingga mendekati usia pensiun.
Dengan demikian, momentum 11.11 bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi prioritas keuangan, bukan sekadar mengejar penawaran menarik. Membeli barang yang diinginkan boleh saja, tetapi menyediakan dana untuk kebutuhan mendesak, meningkatkan pengetahuan, dan merencanakan masa depan merupakan keputusan yang manfaatnya dapat dirasakan jauh lebih lama.
Sun Life mengingatkan, ketahanan finansial memberi seseorang kesempatan untuk menikmati kehidupan sekarang sekaligus menjaga berbagai pilihan tetap terbuka pada masa mendatang.
(Siaran Pers Sun Life Indonesia)



Komentar