Galeri Gaya Hidup
Beranda ยป Berita ยป Iwan Fals Ajak Salam Tiga Jari, Simbol Perlawanan Terhadap Kekuasaan yang Menindas

Iwan Fals Ajak Salam Tiga Jari, Simbol Perlawanan Terhadap Kekuasaan yang Menindas

Konser Iwan Fals bertajuk Menembus Awan Hijau mengajak penonton acungkan Salam Tiga Jari, sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Konser musik bertema lingkungan yang dibawakan musisi legendaris Iwan Fals tidak hanya menjadi ajang hiburan, namun juga menjadi panggung perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.

Konser bertajuk Menembus Awan Hijau berlangsung di Panggung Kita, Markas Tiga Rambu, Leuwinanggung, Tapos, Kota Depok, Sabtu (31/10/2026).

Sekitar 5.000 penonton dari berbagai daerah tumpah ruah memadati area konser sang lengendaris.

Momen haru terjadi di tribun VIP. Ibunda Iwan Fals hadir bersama group bernyanyinya memberikan support langsung. Di atas panggung, Iwan pun menyampaikan doa.

โ€œTerima kasih sudah datang. Doa saya, yang datang ke sini sehat, pulangnya tambah sehat,โ€ ujar Iwan Fals.

Personel Swara SeadaNya Rebut Juara 1 Halloween Catwalk Contest, Bawakan Tema Hantu Lokal

Lontarkan Pernyataan Keras

Setelah doa, ia melontarkan pernyataan keras.

โ€œTikus yang paling berbahaya itu bukan tikus di sawah, tapi tikus kantor, para koruptor,โ€ tegasnya.

Sontak lagu legendaris โ€œTikus-Tikus Kantorโ€ dibawakan. Ribuan penonton mengacungkan salam tiga jari dan bernyanyi lantang.

Inilah semangat Bongkar yang sesungguhnya, membongkar kebusukan yang bersembunyi di balik meja dan stempel.

Sesuai dengan tema konser, lagu-lagu bertema lingkungan pun menjadi sajian utama. Bukan Bento atau Umar Bakri, melainkan peta kerusakan yang ia buat sejak puluhan tahun lalu.

Verta Mega Arlinsa di The Miss Globe 2026, Saatnya Beri Apresiasi Nyata

Lagu-lagu tersebut di antaranya Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi tentang alih fungsi hutan dan buldoser, Sampah tentang limbah plastik dan kaleng.

Lalu, lagu Hutanku Rusak dengan lirik Langitku Bocor, Udara yang aku hisap tercemar, Balada Orang Pedalaman tentang masyarakat adat, Esek Esek Udug Udug tentang pencemaran sungai oleh limbah pabrik.

Kemudian lagu Panggilan Dari Gunung tahun 1995 tentang gunung yang gundul, dan Hijau sebagai lagu andalan yang menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta polusi udara.

โ€œMari kita tetap menanam pohon dan menjaga kelestariannya, agar masa depan Indonesia lebih hijau,โ€ ajak Iwan di sela penampilannya.

Di akhir penampilan, setelah deretan lagu kritis, Iwan Fals menutup konser dengan lagu cinta. Lagu Nona dibawakan sebagai penutup, mengubah suasana, menjadi pelukan.

Eiger Nature Hadir di Megamendung, Konservasi dan Ekonomi Lokal Jadi Andalan

Konser Menembus Awan Hijau pun berakhir pukul 17.40 WIB. (***)

Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom