RUZKA INDONESIA — Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka menyoroti kualitas genteng yang digunakan dalam proyek revitalisasi SDN Wanasalam II, Rabu, 14 Oktober 2026.
Anggota dewan menemukan genteng baru yang telah terpasang, tetapi kualitasnya dinilai lebih rendah dibandingkan dengan genteng lama.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, menginstruksikan pihak sekolah agar genteng tersebut diganti dengan material baru yang memiliki kualitas baik dan sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Temuan itu menjadi salah satu catatan dalam inspeksi mendadak Komisi III terhadap empat sekolah, yakni SDN Majalengka Wetan IV, SDN Majalengka VII, SDN Putri Dalem I, dan SDN Wanasalam II.
Persoalan genteng di SDN Wanasalam II menempatkan kesesuaian kualitas material sebagai hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah. Sebab, material yang digunakan dalam proyek pemerintah semestinya memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Instruksi penggantian tersebut juga menuntut tindak lanjut dari pihak terkait. Kualitas material perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang memadai agar hasil pekerjaan sesuai dengan peruntukan anggaran.
Belum ada keterangan dalam bahan sidak mengenai nilai kerugian ataupun besaran selisih harga antara genteng yang terpasang dan material yang dipersyaratkan.
Pengawasan Proyek Ikut Disorot
Selain menemukan persoalan genteng di SDN Wanasalam II, Komisi III menyoroti kesesuaian pekerjaan di SDN Majalengka Wetan IV.
Berdasarkan peninjauan langsung, Iing menyebut tingkat kesesuaian pekerjaan di sekolah tersebut baru mencapai sekitar 60 persen.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah pemasangan rangka atap baja ringan. Anggota dewan menemukan perbedaan jarak pada sejumlah rangka yang perlu dicocokkan dengan gambar kerja.
โSidak hari ini masih pada struktur bangunan dan terkonsentrasi pada struktur atap. Dari sisi gambar sudah ada, hanya saja jaraknya di SDN Majalengka Wetan IV ada sedikit selisih. Ada yang sesuai, ada yang berbeda-beda, ada yang 87, ada yang 90 lebih,โ ujar Iing.
Menurut dia, pengawas memiliki peran penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai RAB dan spesifikasi teknis.
Pengawasan, kata ia, harus dilakukan secara profesional dan jujur, bukan sekadar memenuhi formalitas administrasi.
Kepala SDN Majalengka Wetan IV, Ai Ratna, mengatakan sejumlah bagian pekerjaan telah dilaksanakan sesuai RAB. Adapun bagian yang dinilai belum sesuai masih dapat diperbaiki karena pengerjaan belum selesai.
Sementara itu, di SDN Majalengka VII, Komisi III meminta adanya garansi konstruksi.
Permintaan tersebut disampaikan karena sejumlah detail struktur tidak lagi dapat diperiksa secara menyeluruh setelah pekerjaan selesai dan beberapa bagian tertutup.
Rangkaian temuan tersebut menjadi catatan bagi pelaksanaan revitalisasi sekolah di Majalengka.
Bagi Komisi III, pemeriksaan material dan struktur perlu dilakukan selama proses pembangunan berlangsung agar ketidaksesuaian dapat diketahui dan diperbaiki sebelum pekerjaan dinyatakan rampung.
Tindak lanjut atas temuan genteng di SDN Wanasalam II kini menjadi penting untuk memastikan material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.
Pemeriksaan terhadap hasil perbaikan juga diperlukan agar instruksi penggantian tidak berhenti sebagai catatan dalam sidak. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar