“Saya ingin Spanyol menang,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia akan bersorak lantang jika cucunya mencetak gol.
RUZKA INDONESIA–Lapangan tempat penyerang Spanyol, Lamine Yamal, di sebuah lingkungan multietnis kelas pekerja di luar Barcelona tampak ramai, saat warga setempat menantikan dengan bangga laga final Piala Dunia melawan Timnas Argentina yang diperkuat Lionel Messi.
“Kini saatnya tiba bagi mereka berdua untuk saling berhadapan, sungguh luar biasa,” ujar Keba, warga berusia 18 tahun asal Senegal, merujuk pada kekaguman penyerang Barcelona, โโLamine Yamal.
Messi, 39 tahun, menikmati masa kejayaan kariernya di Barcelona setelah meniti karier dari akademi muda klub tersebut; sebuah foto viral yang memperlihatkan pemain asal Argentina itu bersama Lamine Yamal saat masih bayiโyang kini berusia 19 tahunโtelah menarik perhatian banyak orang menjelang laga final di New Jersey pada Minggu waktu Amerika atau Senin pagi (20/07/2026) WIB.
Saat anak-anak dari keluarga imigran bermain di lapangan di balik mural bergambar wajah Lamine Yamal di kawasan Rocafonda, kota pesisir Mataro, neneknya, Fatima Nasraoui, dan sepupunya yang berusia 15 tahun, Rayan, menyaksikan dari bangku di dekat sana.
“Saya ingin Spanyol menang,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia akan bersorak lantang jika cucunya mencetak gol.
“Bagi saya, Lamine melambangkan banyak hal baik, namun yang terpenting dia sudah seperti saudara sendiri karena kami tumbuh besar bersama,” kata sepupunya.
Lamine Yamal, yang lahir di Spanyol dari ayah asal Maroko dan ibu asal Guinea Khatulistiwa, tidak pernah melupakan asal-usulnya. Sepanjang kariernya, ia kerap menghormati Rocafonda dengan gestur tangan khas ‘304’ usai mencetak golโsebuah referensi untuk kode pos lingkungan tersebut.
Angka 304 merujuk pada kode pos Rocafonda, sebuah kawasan sederhana di Catalonia, tempat Yamal dibesarkan.
Selama Piala Dunia, ia mengenakan ikat kepala bertuliskan Rocafonda, menampilkan bendera negara asal orang tuanya pada sepatu bolanya, serta menyatakan bahwa sepak bola merupakan contoh nyata integrasi rasial dan sosial.(***)
Editor: Amiruddin






Komentar