RUZKA INDONESIA — Sebanyak 22 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu yang dibagikan dalam program tersebut.
Kasus ini kini tengah menjadi perhatian pihak terkait. Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka bersama penyelenggara program masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, membenarkan adanya laporan dugaan gangguan pencernaan yang dialami sejumlah penerima manfaat MBG.
“Betul, mengenai dugaan kejadian menonjol gangguan pencernaan. Penerima manfaat yang terdampak sesuai laporan Kepala SPPG ter-update berjumlah 22 orang,” kata Intan saat dikonfirmasi, Senin (01/06/2026).
Menurut Intan, gejala gangguan pencernaan mulai dirasakan para penerima manfaat pada Jumat malam, beberapa jam setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG pada siang harinya.
Apakah Ada Faktor Lain?
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan yang disajikan dalam program tersebut atau faktor lainnya.
Pasalnya, proses investigasi masih berlangsung dan sampel makanan telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan.
“Untuk penyebab kami masih menunggu hasil pengujian laboratorium dari sampel makanan yang sudah diamankan oleh pihak Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Pemeriksaan laboratorium tersebut diharapkan dapat mengungkap kandungan atau kemungkinan kontaminasi pada makanan yang diduga menjadi pemicu gangguan pencernaan massal tersebut.
Sementara itu, pihak SPPG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para penerima manfaat yang terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan kesehatan berjalan optimal sekaligus mencegah terjadinya kasus serupa di kemudian hari.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya. Karena itu, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyediaan dan distribusi makanan.
Hingga berita ini diturunkan, hasil resmi pemeriksaan laboratorium masih belum keluar dan pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait dugaan keracunan tersebut. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Riusdy Nurdiansyah




Komentar