RUZKA INDONESIA — Kondisi sarana dan prasarana di SDN Tanjungsari 03, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, kini tengah menjadi sorotan tajam.
Meski menjadi tempat bernaung ratusan siswa menuntut ilmu, fasilitas fisik sekolah ini dinilai sudah jauh dari kata layak dan mengkhawatirkan.
Kepala Sekolah SDN Tanjungsari 03, Sarna, mengungkapkan bahwa mayoritas ruang kelas masih menggunakan kusen dan jendela berbahan kayu yang kini kondisinya telah melapuk dimakan usia.
Menurut Sarna, penggunaan kayu sudah tidak relevan dengan standar keamanan bangunan sekolah saat ini yang seharusnya menggunakan material baja ringan atau aluminium agar lebih kokoh dan tahan lama.
“Untuk jendela, sebagian besar masih menggunakan kayu dan kondisinya sudah lapuk. Dari sisi standar kelayakan, sebenarnya kondisi ini sudah sangat memenuhi syarat untuk mendapatkan program rehabilitasi,” ujar Sarna.
Pihak sekolah mengapresiasi adanya bantuan pemerintah yang telah menyentuh dua unit ruang kelas. Dua kelas tersebut kini telah direnovasi menggunakan konstruksi baja ringan yang modern. Namun, masalah belum usai karena mayoritas ruangan lainnya masih terbengkalai.
“Alhamdulillah dua ruang kelas sudah diperbaiki. Tapi masih ada sembilan kelas lagi yang kondisinya belum mendapatkan bantuan dan sangat membutuhkan perbaikan,” ucap Sarna.
Kondisi ini memicu perhatian serius dari legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB (Dapil II) Hj. Nunur Nurhasdian telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat fakta di lapangan.
Menanggapi temuan tersebut, pihak DPRD berjanji tidak akan tinggal diam. Aspirasi dari pihak sekolah akan menjadi prioritas pembahasan di tingkat komisi guna mencari solusi anggaran rehabilitasi.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Aspirasi ini akan kami tampung lalu dibawa ke Komisi IV untuk dibahas lebih lanjut agar segera mendapatkan solusi,” tegas nya.
Kondisi bangunan yang lapuk bukan sekadar masalah estetika, melainkan menyangkut keamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.
Besar harapan pihak sekolah dan orang tua murid agar sembilan ruang kelas yang tersisa dapat segera tersentuh bantuan renovasi sebelum kerusakan semakin parah. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar