RUZKA INDONESIA – Perusahaan berbasis di Singapura, Alpha Story, meluncurkan layanan pemasaran dan komunikasi berbiaya terjangkau yang didukung teknologi AI untuk membantu UMKM Indonesia bersaing di era digital. Alpha Story kini hadir dengan kantor di Jakarta Pusat dan beroperasi sebagai afiliasi dari perusahaan iklan luar ruang lokal 8Infini.
CEO Alpha Story, Jeremy Foo, mengatakan UMKM adalah fondasi perekonomian Indonesia namun selama ini PR profesional dan komunikasi strategis dianggap hanya untuk perusahaan besar. “Kami percaya ada peluang untuk memanfaatkan AI, desain proses yang lebih baik, dan penetapan harga yang lebih terjangkau untuk membantu UMKM menyampaikan cerita yang lebih kuat dan bersaing lebih efektif,” jelas Foo.
UMKM menyumbang sekitar 99% dari seluruh bisnis di Indonesia dan berkontribusi 60,5% terhadap PDB. Menurut Alpha Story, terdapat peluang besar untuk memperluas akses komunikasi, strategi media, visibilitas pencarian, dan perangkat intelijen merek bagi UMKM.
Model Alpha Story Indonesia dirancang agar lebih terjangkau. UMKM dapat mulai mengakses layanan komunikasi profesional dengan biaya lebih rendah, termasuk jaminan publikasi media di Indonesia. “Brand dapat menyampaikan kisah mereka, mendapat dukungan dalam penentuan posisi bisnis, pembuatan siaran pers, mengamankan liputan media, serta meninjau laporan pasca-kampanye,” tambah Foo.
Selain liputan media, Alpha Story memperkenalkan platform intelijen berbasis AI bernama Alpha Echo. Platform ini membantu brand memahami persepsi publik, perbandingan dengan kompetitor, serta kemunculan di mesin pencari, media sosial, dan platform berbasis AI. Alpha Echo mengubah sinyal dari media, media sosial, tren industri, dan materi komunikasi milik brand menjadi panduan yang dapat ditindaklanjuti untuk membentuk positioning, narasi PR, thought leadership, strategi konten, serta visibilitas pencarian di SEO dan AEO.
Country Lead Alpha Story Indonesia, Leighton Cosseboom, menyebut masalah utama UMKM bukan pada produk, melainkan visibilitas. “Mereka perlu dilihat, dipahami, dan dipercaya. Alpha Story Indonesia dibangun untuk membantu menutup kesenjangan visibilitas tersebut,” kata Cosseboom.
Alpha Story mengintegrasikan PR, pemasaran digital, pemantauan media, pelaporan, dan strategi dalam satu sistem operasi yang didukung teknologi. Perusahaan menilai model ini relevan untuk jutaan bisnis di Indonesia yang butuh cara cerdas dan terjangkau membangun kepercayaan pelanggan.
Tim Alpha Story membawa pengalaman PR regional selama puluhan tahun dengan rekam jejak melayani lebih dari 2.000 klien di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Portofolio regionalnya mencakup brand konsumen, otomotif, teknologi, gaya hidup, perhotelan, keuangan, dan enterprise seperti Audi, Volkswagen, Agoda, University of Reading, Vietjet, UOL Group, AXS, SEMICON Southeast Asia, Nihon M&A Center, SEAX Global, dan RazorPay.
“Indonesia tidak kekurangan pelaku usaha yang ingin berkembang. Kami ingin memberikan akses kepada lebih banyak pelaku usaha terhadap alat, jalur media, dan panduan strategis yang mereka butuhkan untuk membangun kredibilitas di pasar,” tutup Cosseboom. ***
Editor: Yoyok Bepe
Email: yoyokbp@gmail.com






Komentar