Galeri
Beranda ยป Berita ยป Abdullah Hehamahua Kenang Wafatnya Sang Istri Tercinta, Ikhtiar dan Tawakal

Abdullah Hehamahua Kenang Wafatnya Sang Istri Tercinta, Ikhtiar dan Tawakal

Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua (kanan). (Foto: Dok Rasil)

RUZKA INDONESIA — Kepergian Emma Heryaty binti Arifin, istri mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Di tengah kehilangan tersebut, Abdullah mengingatkan pentingnya ikhtiar dan tawakal dalam menghadapi ketetapan Allah SWT.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Radio Silaturahim (Rasil) di kediamannya di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).

Dalam wawancara bersama Rasil, Abdullah menceritakan kondisi kesehatan istrinya yang terus menurun sebelum dibawa ke rumah sakit.

Emma tidak lagi mampu bangun sendiri dan harus menjalani berbagai aktivitas, termasuk salat, dalam posisi duduk hingga berbaring.

Pentas Teater Internasional Festival Sagara ASEAN 2026 Sukses Digelar, University Malaysia Sabah Raih Juara Umum

Setelah menjalani pemeriksaan darah di sebuah klinik, keluarga disarankan segera membawa Emma ke rumah sakit.

Kondisi Terus Memburuk

Namun, setibanya di instalasi gawat darurat, Emma harus menunggu sebelum akhirnya mendapatkan kamar perawatan pada malam hari.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, kondisi Emma terus memburuk. Keluarga kemudian mengupayakan perawatan di ruang intensive care unit (ICU).

Namun, sebelum sempat dipindahkan, kondisinya semakin kritis hingga akhirnya meninggal dunia pada usia 68 tahun di Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok, Jawa Barat.

Kepergian Emma menyisakan kesedihan mendalam, terlebih sejumlah rencana keluarga belum sempat terwujud. Salah satunya adalah rencana menunaikan ibadah umrah bersama keluarga.

Yuk Berkunjung ke Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung

Emma juga tidak sempat menyaksikan rencana promosi jabatan akademik anak mereka, yang berprofesi sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi profesor pada Desember mendatang.

Abdullah berusaha menerima kepergian sang istri sebagai ketetapan Allah SWT. Ia menekankan bahwa berbagai upaya untuk mendapatkan kesembuhan tetap harus dilakukan, termasuk melalui pertolongan medis.

Kehendak Allah SWT

Menurut Abdullah, ikhtiar dan tawakal tidak boleh dipertentangkan. Manusia harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kesembuhan, tetapi tetap menyadari bahwa hasil akhirnya berada dalam kehendak Allah SWT.

Ia juga mengingatkan bahwa seseorang yang masih hidup tidak berarti pasti berada dalam kondisi sehat. Selama ajal belum tiba, manusia masih menjalani kehidupannya, tetapi tidak ada yang mengetahui kapan ketetapan Allah akan datang.

Pengalaman mendampingi istrinya hingga akhir hayat menjadi pengingat tentang keterbatasan manusia dalam menghadapi ketetapan Allah. Ikhtiar harus tetap dilakukan, sementara tawakal menjadi landasan untuk menerima hasil yang telah ditentukan-Nya. (***)

Yusuf Susilo Hartono Mengendap di Galeri Cemara

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom