Gaya Hidup
Beranda ยป Berita ยป Warisan tak Melulu Harta, Sun Life Ungkap 5 Bekal Penting bagi Masa Depan Anak

Warisan tak Melulu Harta, Sun Life Ungkap 5 Bekal Penting bagi Masa Depan Anak

Warisan keluarga tidak selalu berupa rumah, tanah, tabungan, atau investasi. Pendidikan, nilai-nilai kehidupan, pengalaman, serta kesempatan untuk mandiri juga menjadi bekal berharga yang dapat membentuk masa depan anak hingga generasi berikutnya. (Foto ilustrasi: Sun Life Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Warisan keluarga seringkali identik dengan rumah, tanah, tabungan, hingga investasi. Padahal, ada bekal lain yang tidak kalah penting untuk masa depan anak, mulai dari pendidikan, nilai kehidupan, pengalaman, hingga kesempatan membangun kemandirian.

Pandangan tersebut tercermin dalam Studi Sun Life Asia 2026 bertajuk โ€œMeneruskan Warisan: Ketika Warisan Lebih dari Sekadar Kekayaanโ€. Studi yang melibatkan 506 responden di Indonesia itu menunjukkan bahwa masyarakat mulai memaknai warisan secara lebih luas, bukan hanya kekayaan yang dapat dihitung secara materi.

Sebanyak 65 persen responden Indonesia menempatkan kesempatan pendidikan dan kekayaan dalam tiga prioritas utama warisan. Sementara itu, tradisi keluarga menjadi prioritas bagi 47 persen responden.

Temuan ini menunjukkan bahwa warisan tidak semata-mata berkaitan dengan apa yang diterima generasi berikutnya, tetapi juga tentang bekal yang membantu mereka tumbuh, mengambil keputusan, dan menentukan masa depan.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, pada Jumat (9/10/2026) menjadi narasumber dalam pembahasan mengenai pentingnya mempersiapkan warisan yang dapat memberikan manfaat lintas generasi.

Gerakkan UMKM dan Hiburan Warga Digelar Cimanggis Night Festival

Berikut lima warisan berharga yang dapat dipersiapkan orang tua untuk anak.

  1. Pemahaman tentang cara mengelola uang

Mewariskan aset saja belum cukup. Generasi penerus juga perlu memahami cara memperoleh, menggunakan, mengembangkan, dan membagikan uang secara bertanggung jawab.

Pengetahuan tersebut dapat membantu anak mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak ketika kelak menerima tanggung jawab yang lebih besar. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengetahui nilai kekayaan keluarga, tetapi juga memahami prinsip yang mendasari pengelolaannya.

  1. Pendidikan dan kesempatan mengembangkan diri

Pendidikan menjadi salah satu warisan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Bekal ini tidak terbatas pada biaya sekolah, tetapi juga mencakup kesempatan mengikuti pelatihan dan mengembangkan keterampilan.

Dalam studi Sun Life Asia 2026, sebanyak 65 persen responden Indonesia memasukkan kesempatan pendidikan ke dalam tiga prioritas utama warisan. Dari kelompok responden yang berencana mewariskan kekayaan, 61 persen ingin menggunakan aset tersebut untuk membiayai pendidikan.

Guardian Luncurkan MyGuardian Rewards, Ada Voucher Rp100 Ribu dan Benefit untuk Perjalanan Wellness

Dukungan ini dapat memperluas pilihan hidup anak, baik dalam menentukan karier maupun membangun kemandirian finansial.

  1. Nilai keluarga sebagai pedoman hidup

Kejujuran, kerja keras, kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab merupakan nilai yang tidak tercatat dalam neraca keuangan. Meski begitu, prinsip-prinsip tersebut dapat memengaruhi cara seseorang menggunakan kekayaan dan berinteraksi dengan lingkungan.

Orang tua dapat menanamkan nilai keluarga melalui teladan, kebiasaan sehari-hari, serta komunikasi terbuka. Keluarga juga perlu memikirkan prinsip apa yang ingin dipertahankan ketika generasi berganti.

Nilai-nilai tersebut dapat menjadi identitas keluarga yang tetap terjaga, meskipun keadaan dan tantangan kehidupan terus berubah.

  1. Cerita dan pelajaran dari pengalaman hidup

Pengalaman orang tua juga bisa menjadi sumber pembelajaran bagi anak. Cerita tentang perjalanan karier, perjuangan melewati masa sulit, kegagalan bisnis, hingga keputusan keuangan yang kurang tepat dapat memberikan perspektif berharga.

Mengangkat Jejak Budaya Pondok Cina, Hotel Santika Depok Gelar Batik Nuansa Tionghoa

Pengalaman itu bisa dibagikan melalui percakapan keluarga, catatan, atau surat untuk anak. Dengan memahami proses di balik keberhasilan, generasi penerus dapat belajar bahwa pencapaian tidak selalu datang tanpa tantangan.

  1. Kesempatan membangun masa depan secara mandiri

Warisan yang bermakna bukan hanya tentang memberi, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Studi tersebut mencatat bahwa 74 persen responden Indonesia yang berencana mewariskan kekayaan ingin aset mereka diinvestasikan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Meski demikian, keputusan investasi dan perlindungan keuangan perlu mempertimbangkan kebutuhan keluarga, kemampuan finansial, serta profil risiko. Perencanaan yang tepat dapat membantu menjaga keberlanjutan aset sekaligus memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk berkembang.

Pada akhirnya, mempersiapkan warisan tidak harus menunggu keluarga memiliki kekayaan besar. Pemahaman tentang uang, pendidikan, nilai kehidupan, pengalaman, dan kesempatan untuk mandiri dapat dibangun sejak dini.

Kekayaan materi mungkin berpindah tangan, tetapi bekal kehidupan yang ditanamkan orang tua berpotensi terus memengaruhi pilihan anak dan generasi setelahnya.

(Sun Life Indonesia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom