RUZKA INDONESIA — Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Muhamad Athors Syarofil Jalal, mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI angkatan 2023, meraih dua penghargaan internasional melalui penelitian mengenai risiko paparan merkuri pada anak yang tinggal di wilayah pertambangan emas skala kecil atau Artisanal and Small-Scale Gold Mining (ASGM).
Penghargaan tersebut terdiri atas MyMembrane Travelling Award dan Best Oral Presentation dalam ajang ISET2026 & RCEnvE2026 yang berlangsung pada 22โ24 September 2026 di Pulai Springs Resort, Johor Bahru, Malaysia.
Pencapaian tersebut diraih melalui penelitian berjudul โPreliminary Environmental Health Risk Assessment of Children in Mountainous and Coastal ASGM Settings in Indonesiaโ.
Penelitian ini mengkaji risiko kesehatan akibat paparan merkuri pada anak dengan membandingkan kondisi di wilayah ASGM yang memiliki karakteristik lingkungan berbeda, yaitu kawasan pegunungan dan pesisir.
Aktivitas ASGM menjadi perhatian dalam penelitian ini karena proses pengolahan emas dapat melibatkan penggunaan merkuri yang berpotensi mencemari lingkungan.
Anak Masa pertumbuhan dan Perkembangan
Paparan tersebut dapat terjadi melalui berbagai jalur dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan.
Anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena masih berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai risiko kesehatan akibat paparan merkuri pada anak di wilayah ASGM.
Perbedaan karakteristik antara wilayah pegunungan dan pesisir kemudian menjadi dasar bagi peneliti untuk melihat bagaimana kondisi lingkungan dan sumber paparan dapat memengaruhi risiko yang dihadapi anak.
Dalam penelitian tersebut, Athors melakukan penilaian risiko kesehatan dengan mengidentifikasi sumber serta jalur paparan merkuri yang mungkin dialami anak.
Penilaian kemudian dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik paparan pada masing-masing wilayah penelitian.
Pendekatan ini digunakan untuk membandingkan kondisi risiko kesehatan anak di wilayah pegunungan dan pesisir serta melihat faktor lingkungan yang berkaitan dengan paparan merkuri.
Karakteristik Paparan Merkuri Pada Anak
Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai karakteristik paparan merkuri pada anak di kedua wilayah penelitian.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dan sumber paparan perlu menjadi bagian penting dalam menilai risiko kesehatan masyarakat di wilayah ASGM.
Temuan ini juga memperlihatkan perlunya pendekatan pengendalian paparan yang mempertimbangkan kondisi spesifik masing-masing wilayah.
Bagi Athors, penelitian tersebut tidak hanya menjadi proses akademik, tetapi juga memberikan pengalaman dalam mengkaji persoalan kesehatan lingkungan yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Proses penelitian dilakukan dengan menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari karakteristik wilayah penelitian hingga proses pengumpulan dan pengolahan data.
Penelitian tersebut kemudian dipresentasikan dalam forum ISET2026 & RCEnvE2026. Dalam forum tersebut, Athors memaparkan hasil penelitian di hadapan peserta dan peneliti dari berbagai latar belakang.
Kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Athors untuk mendapatkan masukan serta berdiskusi mengenai isu kesehatan lingkungan dan paparan merkuri.
โPenghargaan ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman untuk membawa hasil penelitian ini ke forum internasional dan mendapatkan perspektif baru dari peneliti lain,โ kata Athors.
Dorong Mahasiswa untuk Kembangkan Penelitian
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dosen pembimbing penelitian, Fitri Kurniasari, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D., yang turut berperan dalam proses pengembangan penelitian hingga persiapan presentasi di forum internasional.
Pendampingan tersebut membantu Athors dalam mempertajam substansi penelitian, mengolah hasil, serta menyampaikan temuan secara lebih sistematis.
Melalui capaian tersebut, UI terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengansubstansi penelitian persoalan masyarakat dan membawa perspektif keilmuan Indonesia ke forum akademik internasional.
Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan kolaborasi lintas disiplin juga menjadi bagian dari upaya UI memperluas kontribusi ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat dan lingkungan di tingkat global. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar