Nasional
Beranda ยป Berita ยป Menghimpun Suara dari Tapak: Konsolidasi 4 Wilayah Jadi Fondasi KTT Hukum Rakyat 2026

Menghimpun Suara dari Tapak: Konsolidasi 4 Wilayah Jadi Fondasi KTT Hukum Rakyat 2026

Aktivitas warga di wilayah Desa Maholo, Poso, Sulawesi Tengah, yang diklaim masuk dalam HPL Badan Bank Tanah. (Foto: Huma Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Konflik tenurial, perampasan wilayah adat, hingga pencemaran lingkungan akibat industri ekstraktif terus membayangi masyarakat di berbagai pelosok Indonesia. Sebagai persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Hukum Rakyat 2026 yang akan digelar 19โ€“20 Oktober 2026 di Jakarta, Perkumpulan HuMa Indonesia bersama jaringan masyarakat sipil memaparkan hasil konsolidasi pengetahuan dari empat wilayah besar.

Konsolidasi regional ini bertujuan membawa suara, keresahan, serta solusi hukum berbasis komunitas langsung ke tingkat nasional. Pemaparan hasil konsolidasi empat regio menegaskan bahwa hukum rakyat tidak hanya hidup secara abstrak, melainkan bekerja nyata dalam penyelesaian konflik dan perlindungan ekologis.

“Suara dan praktik hukum rakyat di tingkat tapak bukan cerita pinggiran atau sekadar kearifan lokal tanpa bobot hukum. Dari Hutan Adat Mukim Kunyet di Aceh hingga masyarakat adat di Papua Barat, rakyat telah membuktikan bahwa tata kelola mereka mampu menjaga kedaulatan tanah dan keanekaragaman hayati di tengah ancaman krisis ekologis,” ujar Agung Wibowo, Koordinator Eksekutif Perkumpulan HuMa.

Hasil konsolidasi menyoroti berbagai pengalaman penting. Regio Sumatera & Jawa-Bali berfokus pada daya tahan komunitas menghadapi konflik agraria dan perjuangan pengakuan hak tenurial serta Hutan Adat. Regio Kalimantan menyoroti praktik baik Masyarakat Adat seperti Punan Tugung dalam menjaga hutan di tengah gempuran industri ekstraktif. Regio Sulawesi dan Papua mengangkat ketangguhan perempuan adat.

Rifai dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai menyampaikan, โ€œKetika instrumen hukum negara hadir mem-back up penggusuran masyarakat adat, masyarakat adat di Sumatera membangun ketahanan dari kekuatan hukum lokal. Mereka merevitalisasi hukum adat dan pranata lokal untuk menguatkan daya tahan mereka.โ€

Breaking News: Suyudi Ario Seto Terpilih Jadi Kapolri

Sementara itu, Martje Leninda dari Perkumpulan Bantaya Palu berkata, โ€œKetangguhan perempuan adat di Sulawesi perlu mendapat tempat utama. Bagi perempuan, tanah berkaitan erat dengan sumber pangan, penghidupan keluarga, pengetahuan antargenerasi, serta keberlangsungan hidup anak-anak.โ€

“Masyarakat Adat bukan hanya penjaga benteng terakhir, tetapi juga perawat terbaik. Dengan prinsip ‘serga’ (cukup), Masyarakat Adat Mului mampu meredam praktik pengambilan alam secara berlebihan. Mereka memiliki filosofi bahwa hutan adalah bank,” ujar Ahmad SJA, PADI Indonesia.

Dari regio Papua, Sulfianto Alias dari Panah Papua menegaskan, “Perempuan adat adalah ibu bagi tanah dan hutan Papua. Mereka adalah penjaga dan penentu masa depan hutan Papua.”

Seluruh hasil temuan dari konsolidasi regio ini akan dipresentasikan pada hari pertama KTT Hukum Rakyat 2026. Rekomendasi dari tiap daerah akan menjadi bahan utama merumuskan pembaruan hukum nasional yang adil, inklusif, dan berpihak pada rakyat.

โ€œPerkumpulan HuMa mendorong publik, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk menyimak serta mendukung perjuangan komunitas akar rumput yang akan menyuarakan pembelaan ruang hidup mereka secara langsung dalam forum KTT mendatang,โ€ ujar Rais Laode Sabania, Ketua Panitia Pelaksanaan KTT Hukum Rakyat 2026. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Bentuk Unit Reaksi Cepat, Kapolres Majalengka Aldy Beri Petuah Hadis kepada Anggota: Jadilah Manusia yang Bermanfaat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom