RUZKA INDONESIA – Indonesia menjajaki pembelajaran dari India dalam membangun infrastruktur publik digital yang dapat menghubungkan identitas, data, pembayaran, dan berbagai layanan masyarakat dalam satu ekosistem.
Pengalaman India menjadi salah satu referensi bagi Indonesia dalam menyiapkan fondasi atau โrelโ digital agar berbagai layanan publik dapat berjalan secara terintegrasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pengalaman India dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) relevan untuk dipelajari Indonesia.
Menurutnya, kerja sama kedua negara dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret setelah pertemuan para pemimpin kedua negara.
โIndonesia memiliki kebutuhan serupa untuk memiliki infrastruktur publik digital yang kuat, dan saat ini kami sedang mengupayakannya,โ ujar Wamen Nezar dalam audiensi dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).
Menurut Wamen Nezar, kebutuhan membangun infrastruktur publik digital semakin penting karena berbagai kementerian dan lembaga masih memiliki sistem yang berjalan secara terpisah.
โBeberapa kementerian dan lembaga masih memiliki sistem secara terpisah sehingga integrasi menjadi hal yang krusial,โ katanya.
Pembelajaran dari India tersebut diarahkan pada penguatan fondasi yang menjadi โrelโ bagi berjalannya layanan publik digital, mulai dari sistem identifikasi, pembayaran, hingga pertukaran data.
Dengan fondasi tersebut, berbagai aplikasi dan layanan pemerintah dapat dikembangkan dalam ekosistem yang lebih terhubung.
Wamen Nezar menilai praktik yang telah dikembangkan India dapat menjadi referensi untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan tata kelola Indonesia.
โKami belajar dari sistem yang diterapkan di India agar bisa diadaptasikan di Indonesia,โ tandasnya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar