RUZKA INDONESIA โ JURU Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan, partainya membuka peluang bekerja sama dengan PDI Perjuangan dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
Peluang itu tampaknya akan diterima PDIP dengan prasyarat yang berat, salah satunya Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 tidak berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.
Prasyarat itu juga yang menyebabkan PDIP tidak mau bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo saat ini. Hal itu diungkapkan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga.
“Jadi, selama Gibran masih bersama Prabowo, maka selama itu pula PDIP akan menolak bekerja sama dengan Prabowo. Sebab, bagi PDIP Gibran itu anak haram konstitusi,” jelas Jamiiuddin Ritongan kepada RUZKA INDONESIA, Jumat (18/06/2026).
Menurut Jamil, bila Gerindra ingin bekerja sama dengan PDIP pada Pilpres 2029, maka Prabowo harus menjauhi Gibran baik secara politis, psikologis, dan sosiologis. Prasyarat ini yang mungkin berat dipenuhi Gerindra, khususnya Prabowo.
Dua, kerja sama dengan PDIP pada Pilpres 2029 berpeluang besar terjadi bila Gerindra dan Prabowo menjauhi Joko Widodo (Jokowi). Bagi PDIP, hubungan dengan Jokowi sudah patah arang dan sudah teramat sulit untuk disambung.
“Jadi, selama Jokowi masih ada di pusaran Prabowo, maka PDIP akan menjaga jarak. Karena itu, bila Prabowo secara politis masih dekat dengan Jokowi, maka PDIP akanฬ berbeda haluan dengan Gerindra dan Prabowo pada Pilpres 2029,” tandas pengamat yang juga mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.
Tiga, bila Prabowo nantinya juga didukung Partai Solidaritas Indomesia (PSI) pada Pilpres 2029. Hal ini akan membuat PDIP memilih menentukan sendiri capres dan cawapres pada Pilpres 2029.
Hal itu terjadi karena di mata PDIP, PSI itu ya Jokowi dan Jokowi itu ya PSI. Karena itu, haram bagi PDIP berdekatan dengan siapa pun bila masih ada bau-bau Jokowi.
“Jadi, peluang kerja sama Gerindra-PDIP pada Pilpres 2029 memang masih terbuka selama faktor Jokowi dan keluarganya jauh dari Prabowo. Prasyarat ini kiranya seperti simalakama bagi Prabowo. Mana yang dipilih Prabowo, Jokowi dan keluarganya atau Megawati dan PDIP? Waktu yang akan menjawabnya,” pungkas Jamil. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com



Komentar