RUZKA INDONESIA — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda turut mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan pemantauan PVMBG, satu kali letusan tercatat pada pukul 05.56 WIB dengan kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak.
Gunung Anak Krakatau saat itu masih berada pada Level III atau Siaga.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat, nelayan, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer.
Badan Geologi sebelumnya menjelaskan bahwa status Siaga Anak Krakatau tidak berarti setiap erupsi otomatis akan menimbulkan tsunami.
Waspadai Abu Erupsi Gunung
Masyarakat diminta tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan melalui kanal resmi pemerintah.
Sementara itu dilaporkan abu yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga Jakarta, Depok dan Bogor, Ahad (06/09/2026).
Warga diminta waspada karena abu vulkanik tidak sama dengan debu biasa. Isinya silika.Tajam plus bisa jadi “semen” kalo salah cara bersihinnya.
- Bersihin halaman
Tunggu hujannya kelar dulu.
Semprot atau sapu pelan-pelan.
Jangan siram pake ember. Nanti malah jadi lapisan semen di lantai. - Bersihin kaca & mobil
Wajib siram air dulu.
Jangan langsung dilap kering.
Silika itu tajam. Bisa baretin kaca, body, kacamata. - Masker wajib upgrade
Lupain masker bedah ijo.
Pake masker KN95/KN. Basahin dikit biar debunya nyangkut.
Lebih bagus lagi + kacamata safety. - Mata kemasukan abu
Jangan dikucek
Langsung bilas air mengalir sampai bersih.
Dikucek = makin perih + iritasi. - Motor/Mobil jangan ditunda cucinya
Abu vulkanik sifatnya asam.
Didiemin = ngundang karat.
Cuci, jangan cuma dilap. - Tutup semua celah rumah
Ventilasi, jendela, pintu. Sumpel pake koran/kertas. Sekali abu masuk rumah, butuh seminggu buat bersih total. - Jangan sok kuat
Tanpa masker di tengah abu = ngirup serpihan beling. Risiko ISPA & iritasi serius.
Sumpek dikit gapapa daripada ke RS.
(***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar