RUZKA INDONESIA — Kemeriahan dan gema syiar Islam menyelimuti Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) membuka helatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-49, ratusan peserta dari 14 desa tumpah ruah memadati jalanan dalam gelaran Pawai Ta’aruf yang penuh warna, Selasa (01/09/2026).
Pawai ta’aruf dimulai pukul 07.30 WIB dari Gedung Olahraga Masyarakat (GOM) Kecamatan Jonggol, melintasi kawasan Kaum dan Jalan Haji Surdi, hingga berpusat di halaman Kantor Kecamatan Jonggol.
Lantunan salawat dan atribut khas masing-masing desa menyedot perhatian masyarakat sepanjang rute.
Camat Jonggol, Andri Rahman, mengapresiasi antusiasme para kafilah. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan momentum emas untuk mencetak generasi muda yang Qurani, religius, dan berprestasi.
“MTQ ke-49 ini menjadi wadah menggali potensi lokal. Kami ingin menjaring bibit unggul dari Jonggol yang siap bersaing dan mengharumkan nama kecamatan di tingkat Kabupaten Bogor,” ujar Andri.
Perlombaan Berbagai Cabang
Ajang tahunan ini memperlombakan berbagai cabang bergengsi, mulai dari Tilawah, Murottal, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Kaligrafi, hingga Tahfiz Quran dari kategori 1 juz hingga 30 juz.
Kecamatan Jonggol menjadikan MTQ sebagai batu loncatan untuk menggalakkan kembali gerakan Magrib Mengaji dan One Day One Juz. Bermitra dengan MUI, DMI, dan tokoh agama setempat, gerakan ini dihadirkan sebagai solutif atas maraknya ketergantungan gawai pada anak dan remaja.
“Kami ingin membiasakan anak-anak mematikan gadget setelah Magrib untuk membaca Al-Quran. Minimal satu hari satu juz (One Day One Juz). Ini menjadi benteng moral menghadapi tantangan zaman dan kenakalan remaja,” tegas Andri.
Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) bagi generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045 harus diimbangi dengan fondasi iman dan takwa (IMTAQ) yang kokoh.
“IPTEK penting dan tak bisa dielakkan, tetapi kekuatan iman adalah perisai utamanya. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa Jonggol menjadi wilayah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkas Andri. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


