RUZKA INDONESIA — Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa kehadiran Masjid Agung Jembrana merupakan bukti bahwa rumah ibadah dapat menjadi pusat kolaborasi yang menggerakkan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan penguatan persaudaraan antarwarga tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
Hal ini disampaikannya dalam pencanangan nama baru “Masjid Agung Jembrana”, yang sebelumnya bernama Masjid Jami’ Nurul Ikhlas (Nuris) di Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, pada 26 Juli 2026.
Konjen RI untuk Arab Saudi (2001โ2003) sekaligus Duta Besar Republik Indonesia untuk Negara Qatar (2003โ2007), KH. Abdul Wahid Maktub, yang hadir secara langsung, menyampaikan bahwa Al-Qur’an mengajarkan prinsip lita’arafu (QS. Al-Hujurat: 13), yaitu saling mengenal sebagai fondasi membangun kehidupan bersama.
Dari proses saling mengenal itulah lahir ta’awun, yaitu semangat saling menolong dan berkolaborasi untuk mewujudkan kemaslahatan.
Menurut beliau, Masjid Agung Jembrana memiliki potensi besar untuk menjadi ikon kolaborasi yang dikenal, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat dunia.
Pada kesempatan yang sama, Pendiri Pesantren Nurul Ikhlas, Dr. KH. Fathurrahim, memperkenalkan gagasan KOPI BALI (Kota Pendidikan Islam di Bali) sebagai visi besar pengembangan kawasan Jembrana.
Ia berharap Masjid Agung Jembrana tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi membangun masa depan Jembrana.
Fadian M. Paham, Perwakilan Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) sekaligus Founder Silaturahim Online Dunia (SOD), menyatakan kesiapan mendukung pengembangan Masjid Agung Jembrana melalui berbagai program, di antaranya Akuistik, Bersih-Bersih Masjid, dan Silaturahim Online Dunia.
Firmansyah Dimmy, Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara, menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap pengembangan Masjid Agung Jembrana merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun daerah yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing, tidak hanya bagi masyarakat Jembrana, tetapi juga sebagai inspirasi bagi Indonesia dan dunia.
Sishadi selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Jembrana Bali, mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan, mendukung, dan berpartisipasi dalam pembangunan Masjid Agung Jembrana agar Masjid Agung Jembrana bisa menjadi tempat ibadah yang nyaman, menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, serta ruang kolaborasi yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat lintas agama. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar