RUZKA INDONESIA — Musim kemarau panjang ditandai suhu dingin menusuk tulang diyakini warga pesisir merupakan penanda bakal munculnya gerombolan Ikan Hejo Tonggong.
Seperti kondisi saat ini di penghujung Bulan Juli 2026, sejumlah ciri dan tanda kemunculan ikan yang kerap bergerombol menepi mendekati bibir pantai Garut Selatan itu sudah ada.
Di setiap kemunculannya sekaligus memberi berkah berlimpah bagi warga, pasalnya, ikan yang mirip dengan ikan Sarden tersebut akan sangat mudah ditangkap secara masal oleh warga.
Keyakinan akan munculnya gerombolan ikan kecil pada kondisi cuaca dingin tersebut berkaca pada pengalaman setiap akhir tahun di sepanjang pantai Garut Selatan Jawa Barat (Jabar).
Sebut saja Pantai Cipasarangan, Desa Cikelet dan Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, merupakan lokasi favorit kemunculan ikan dengan garis hijau di punggungnya itu.
Kemunculannya pun mampu menyedot animo ribuan warga berpesta pora menangkapnya dengan menggunakan peralatan seadanya, mulai dari serokan seperti Sair, Lamit sampai Jala.
Menurut warga Cikelet, Heri (49), Ahad (26/07/2026), kemunculan gerombolan ikan tersebut biasanya diawali pada musim kemarau panjang sekitar Bulan Agustus sampai Desember.
โAsalkan di rentang waktu tersebut tidak turun hujan, sesuai tanda tanda yang ditunjukkan tahun lalu, dalam kondisi seperti itu gerobolan ikan Hejo Tonggong akan muncul,โ tuturnya.
Pelipur Lara
Fenomena tahunan pesta Hejo Tonggong bagi warga pesisir mampu memenuhi kebutuhan ekonomi dengan menjual hasil tangkapan seharga Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per kg.
Diceritakan nelayan senior warga Kampung Rancapadu Desa Cikelet, Wawan (65) kalau sedang banyak, setiap warga mampu menangkap ikan sebanyak 100 kg atau lebih sekali turun.
โPada musim kemarau berkepanjangan, kondisi itu sekaligus pelipur lara bagi warga di saat sektor pertanian tidak mampu lagi diandalkan untuk menutupi kebutuhan hidup,โ tuturnya.
Ia menambahkan, Hejo Tonggong sangat enak dikonsumsi dengan digoreng dadakan, kalau hasil tangkapan melimpah dan harga merosot, warga menyiasatinya dengan membuat dendeng.
Potensi Wisata
Sesuai tanda alam jelang kemunculan ikan fenomenal tersebut, melalui sambungan WhatsApp, di akhir Bulan Juli 2026 ini pun warga sudah mulai bertukar informasi dan saling bertanya.
Seperti dilakukan warga Cihurip Kabupaten Garut, Muhtar (48), Sabtu (25/07/2026) secara khusus menanyakan apakah Hejo Tonggong telah muncul di Pantai Santolo kepada kerabatnya.
Kendati berjarak sekira 70 KM ke wilayah pantai, kalau Hejo Tonggong sudah muncul dan banyak, kata Muhtar, dirinya akan segera meluncur ke lokasi bersama rombongan dari Cihurip.
Dikatakan pemerhati aktivitas sosial warga pesisir, Tedi (42), musim ikan tahun ini diprediksi akan semakin menarik perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat luar Kabupaten Garut.
โKondisi ini, merupakan bagian dari potensi pariwisata, akan lahir sentra ekonomi baru, masyarakat lokal mempersiapkan diri membangun kedai kopi dan jajajanan di lokasi,โ ujarnya.
Perbaiki Peralatan
Menghadapi fenomena tahunan tersebut, kini sejumlah warga tengah mempersiapkan diri memperbaiki sejumlah peralatan yang dimiliki, seperti dilakukan warga Cikelet Cece (28).
Dijelaskan Cece, kendati ikan Hejo Tonggong cenderung mudah ditangkap, namun untuk mendapatkan hasil maksimal diperlukan peralatan yang siap pakai dalam kondisi yang baik.
Peralatan melaut seperti Jala kesayangan yang biasa menemani mencari ikan di sepanjang pantai di musim biasa itu pun kini tengah diperbaiki dengan skil merajut Jala yang dimilikinya.
โMudah mudahan akhir tahun ini ikan Hejo Tonggong kembali meledak, masyarakat berpesta pora menangkapnya di sepanjang pantai Garut selatan,โ pungkas Cece penuh harap. (***)
Jurnalis: Ridwan
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar