RUZKA INDONESIA — Tadi di PDS HB Jassin lantai 4 TIM Jakarta, Jumat 24 Juli 2026 dilangsungkan pertemuan para anggota Lembaga Pers Dr. Sutomo (LPDS) dan para wartawan dari berbagai media.
Acara diisi dengan diskusi tentang kiprah para jurnalis perempuan masa lalu yang digambarkan tidak merasakan kebebasan pers secara penuh pada masa itu.
Dialog yang bermutu tentang pekerjaan jurnalis perempuan tersebut menjadi topik yang sangat menarik perhatian, khususnya bagi para peserta yang hadir dan diprediksi hampir semua jurnalis dan sebagian penulis.
Acara sangat menarik sebab dihadiri para wartawan senior dari berbagai media seperti LKBN Antara, Tempo dan media lainnya yang kebanyakan para jurnalis tersebut telah pensiun.
Pada kegiatan ini, mereka mantan jurnalis sepuh juga hadir. Di antaranya Martin Aleida, Maria D. Andriana dari LKBN Antara, Oscar Motuloh.
Kegiatan yang lebih banyak membicarakan kiprah wartawan perempuan masa lalu seperti Gadis Rasid, SK Trimurti, hingga Roehana Kudus.
Dihadiri para jurnalis tua dan muda ini, meriah dengan iringan musik angklung serta silaturahmi di antara mereka, peristiwa yang jarang terjadi tersebut dilanjutkan dengan makan siang bersama di lantai 8 Gedung Ali Sadikin.
Kenangan tentang kiprah para jurnalis di dunia kewartawanan masa itu, menjadi kisah unik yang di perbandingan dengan situasi masa kini.
Di mana kehebatan teknologi telah menggiring algoritma kata pada beragam kemudahan pemberitaan melalui media sosial khususnya melalui peran AI (Artificial Intellegent) yang memudahkan munculnya ragam berita sekaligus membuat manusia malas untuk menggunakan tenaga dan sisi kemanusiaannya secara manual.
Terlepas dari perkembangan teknologi khususnya tentang dunia jurnalistik, pertemuan para jurnalis yang sudah pesiun juga sepuh ini menjadi catatan penting bahwa dari berbagai era, keberadaan mereka sangat diperhitungkan. Fiks, tetap jaya jurnalis Indonesia! (***)
Penulis: Fanny J. Poyk
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar