Info Kampus Nasional
Beranda ยป Berita ยป Bedah Buku Prahara di Lembah Parau, ILUNI UI FIB Bahas Sejarah, Buruh, dan Lingkungan

Bedah Buku Prahara di Lembah Parau, ILUNI UI FIB Bahas Sejarah, Buruh, dan Lingkungan

Bedah Buku Prahara di Lembah Parau, ILUNI UI FIB. (Foto: Dok ILUNI UI FIB)

RUZKA INDONESIA — Center for Policy and Culture Lab Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB) bekerja sama dengan Biro Humas, Kearsipan, dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas melalui Galeri Pembangunan Indonesia serta ILUNI UI Sekolah Ilmu Lingkungan (ILUNI UI SIL) menyelenggarakan Diskusi dan Bedah Buku Prahara di Lembah Parau.

Diskusi karya alumnus FIB UI, Mohamad Irfan, bertempat di Galeri Pembangunan Indonesia, Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta pada Sabtu 11 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif sastra, sejarah, kebijakan publik, ketenagakerjaan, dan lingkungan sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi budaya sekaligus mendorong refleksi atas tantangan pembangunan Indonesia saat ini.

Ketua ILUNI UI FIB, Visna Vulovik, menjelaskan bahwa penyelenggaraan diskusi ini berangkat dari keyakinan bahwa sastra tidak dapat dipisahkan dari sejarah, norma sosial, tradisi, dan budaya.

Menurutnya, karya sastra menjadi medium untuk mengingat kembali berbagai peristiwa masa lalu, termasuk sejarah-sejarah kelam yang sering terlupakan, agar dapat menjadi pembelajaran bagi generasi masa kini.

Gebyar Muharram MUI Depok, BAZNAS Kota Depok Bantu Penuhi Kebutuhan Sekolah Anak Yatim

Prahara di Lembah Parau dipilih karena mengangkat perjuangan buruh tambang batu bara pada masa kolonial Hindia Belanda yang menghadapi praktik kerja paksa, eksploitasi tenaga kerja, ketimpangan sosial, hingga minimnya perlindungan keselamatan kerja.

Berbagai persoalan tersebut dinilai masih memiliki relevansi dengan kondisi saat ini, ketika isu perlindungan pekerja, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan masih menjadi tantangan di berbagai sektor.

Pertumbuhan Ekonomi

Lebih lanjut, Visna mengajak khususnya generasi muda, memahami bahwa kemajuan yang dinikmati saat ini tidak lepas dari pengorbanan banyak kelompok pekerja yang kerap luput dari perhatian.

Oleh karena itu, pembangunan tidak hanya perlu mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan hadirnya keadilan bagi para pekerja melalui perlindungan hak-hak dasar, keselamatan kerja, dan kesejahteraan yang layak.

Menurut Visna, persoalan tersebut tidak hanya dialami buruh tambang, tetapi juga pekerja di berbagai sektor, termasuk buruh pabrik, jurnalis, pekerja media, hingga pekerja informal.

Reses DPRD Kabupaten Bogor Dapil II di Gunung Putri, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan

Dalam konteks tersebut, pemerintah, termasuk Bappenas sebagai lembaga perencana pembangunan, memiliki peran penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Bappenas dan ILUNI UI Sekolah Ilmu Lingkungan, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, melihat bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Banyak persoalan yang terus berulang dalam bentuk berbeda sehingga penting dipelajari agar tidak kembali terulang. Sastra menjadi salah satu medium yang mampu menghadirkan refleksi tersebut secara lebih dekat dan humanis,” ujar Visna.

Novel Prahara di Lembah Parau: Novel tentang Perjuangan Buruh Tambang Batu Bara mengangkat kehidupan buruh tambang batu bara di Sawahlunto pada awal 1920-an melalui tokoh Archam.

Selain menggambarkan kerasnya kehidupan para buruh tambang pada masa kolonial, novel ini juga mengangkat persoalan eksploitasi sumber daya alam dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Andre Notohamidjojo, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sekaligus Ketua Umum ILUNI UI Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL), mengingatkan pentingnya mengelola sumber daya alam secara bijaksana agar Indonesia tidak terjebak dalam resource curse atau kutukan sumber daya alam.

Wamenaker Ungkap Jepang Butuh Tenaga Kerja RI di Sektor Otomotif, Konstruksi & Caregiving

โ€œBuku ini memperkaya literasi publik mengenai keterkaitan antara pengelolaan sumber daya alam, kesejahteraan masyarakat, perlindungan buruh, dan keberlanjutan lingkungan,โ€ jelasnya.

Aktivis Lingkungan Ginanjar Ariyasuta menambahkan bahwa ketidakadilan yang dialami pekerja pada masa kolonial masih memiliki kemiripan dengan tantangan yang dihadapi sebagian pekerja saat ini, terutama di sektor informal.

โ€œTransisi energi tidak boleh hanya berfokus pada perubahan sumber energi, tetapi juga harus menghadirkan keadilan ekologis dan keadilan bagi para pekerja,โ€ imbuhnya.

Sementara itu, mantan jurnalis sekaligus alumni Program Studi Sejarah UI, Wisnu Prasetiyo, menilai Prahara di Lembah Parau memiliki pijakan sejarah yang kuat.

โ€œPraktik eksploitasi tenaga kerja yang terjadi di Tambang Ombilin pada masa kolonial menunjukkan bahwa sejarah kerap berulang dalam bentuk yang berbeda. Karena itu, memahami sejarah menjadi penting agar praktik-praktik ketidakadilan tidak kembali terulang dalam pembangunan masa kini,โ€ jelasnya.

Diskusi menghadirkan Mohamad Irfan sebagai narasumber utama, dengan penanggap Andre Notohamidjojo, Ginanjar Ariyasuta, dan Wisnu Prasetiyo. Kegiatan dipandu oleh Ahmad Karim, Antropolog sekaligus Perencana Ahli Madya Kementerian PPN/Bappenas.

Selain diskusi, peserta juga mengikuti tur edukasi Galeri Pembangunan Indonesia untuk mengenal sejarah serta nilai arsitektural bangunan cagar budaya yang menjadi bagian dari perjalanan pembangunan nasional.

Melalui kegiatan ini, ILUNI UI FIB berharap diskusi mengenai sejarah, sastra, ketenagakerjaan, dan lingkungan tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi mampu mendorong lahirnya kesadaran kritis serta kebijakan pembangunan yang semakin menjunjung nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom