Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Studi CIPS Sebut Biaya Cetak Sawah 7 Kali Lebih Mahal dari Intensifikasi Lahan

Studi CIPS Sebut Biaya Cetak Sawah 7 Kali Lebih Mahal dari Intensifikasi Lahan

Program cetak sawah di Merauke, Papua Selatan. Foto: Dok Ruzka Indonesia

RUZKA INDONESIA – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digencarkan pemerintah di Merauke perlu mengevaluasi proyek food estate sebelumnya. Pasalnya, strategi ekstensifikasi itu dinilai jauh lebih mahal dan hasilnya lebih lama dibandingkan intensifikasi lahan.

Studi terbaru CIPS (2026) menunjukkan pendekatan cetak sawah membutuhkan biaya setidaknya tujuh kali lebih besar dibandingkan meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada. Sementara hasilnya baru dapat terlihat dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang.

“Ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan pembukaan lahan baru. Dalam banyak kasus, hasil yang lebih cepat dan lebih efisien justru dapat diperoleh dengan meningkatkan produktivitas lahan yang sudah tersedia,” kata Rahmad Supriyanto, Peneliti dan Analis Kebijakan Senior CIPS.

Merauke Punya Lahan Existing Besar

Rahmad menjelaskan pendekatan dalam program CSR bukan hal baru. Sebagian lokasi CSR maupun Optimasi Lahan (Oplah) berada di kawasan yang sebelumnya masuk proyek food estate.

Senin Pagi Rupiah Melemah Jadi Rp18.090 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Di Merauke, sejumlah area CSR dan Oplah merupakan kawasan di sekitar bekas Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) yang dimulai 2010.

“Fakta bahwa sebagian lokasi optimalisasi lahan saat ini berasal dari kawasan food estate terdahulu menunjukkan bahwa potensi lahan yang sudah tersedia masih sangat besar. Ini seharusnya menjadi pelajaran bahwa peningkatan produktivitas lahan existing perlu menjadi prioritas,” ujar Rahmad.

Petani Tertekan di Rantai Pasok

CIPS juga mengingatkan peningkatan produksi pangan tidak otomatis menaikkan kesejahteraan petani. Studi menemukan petani masih menanggung sebagian besar biaya dan risiko produksi, tetapi hanya memperoleh porsi keuntungan kecil, terutama di komoditas beras.

Keterbatasan infrastruktur pascapanen seperti fasilitas pengeringan gabah membuat petani terpaksa menjual hasil dengan nilai tambah rendah. Padahal keuntungan lebih besar dinikmati pelaku usaha yang menguasai pengeringan, penyimpanan, dan penggilingan.

Jakarta Fair Kemayoran Ditutup, Transaksinya Capai Rp8,2 Triliun

Rekomendasi CIPS: Fokus Intensifikasi

Karena itu, CIPS merekomendasikan pemerintah memprioritaskan intensifikasi melalui:

  1. Perbaikan irigasi
  2. Peningkatan akses teknologi pertanian
  3. Dukungan input tepat sasaran seperti bibit unggul berkualitas
  4. Penguatan layanan penyuluhan

“Pendekatan ini mampu meningkatkan produktivitas dalam waktu satu hingga dua musim tanam dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan pembukaan lahan baru,” kata Rahmad.

Dalam jangka panjang, CIPS mendorong Pendekatan Lanskap Terpadu yang menyeimbangkan target produksi pangan dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal.

“Produktivitas lahan dan kesejahteraan petani perlu menjadi indikator utama dalam program pangan. Dengan fokus pada keduanya, Indonesia dapat membangun ketahanan pangan yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Rahmad. ***

Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Jadi Rp2,655 Juta per Gram

Editor: Yoyok Bepe
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom