Lingkungan
Beranda » Berita » IKEA Indonesia Perluas Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah dan Penguatan UMKM

IKEA Indonesia Perluas Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah dan Penguatan UMKM

IKEA Indonesia menghadirkan solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, UMKM dan pelaku usaha untuk ikut menciptakan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Foto: IKEA/Ruzka Indonesia

RUZKA INDONESIA – IKEA Indonesia memperkuat komitmen keberlanjutan melalui sejumlah inisiatif pengelolaan sampah, daur ulang, dan pemberdayaan usaha lokal. Upaya itu mendapat pengakuan berupa empat penghargaan di Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026.

Penghargaan yang diraih IKEA Indonesia meliputi Best ESG in Retail, ESG Excellence – Multinational Corporation, Sustainable Innovation Award, dan ESG Leadership Excellence Award. Penilaian dilakukan melalui verifikasi dokumen, presentasi, dan panel interview oleh juri dari akademisi, pemerintah, dan profesional kkeberlanjutan

Sustainability Business Partner IKEA Indonesia Ahmad Alhamid mengatakan keberlanjutan harus mudah diakses masyarakat.

“Di IKEA, kami terus berupaya menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Kami percaya keberlanjutan tidak seharusnya rumit atau hanya dilakukan segelintir pihak,” ujar Ahmad, kemarin.

Salah satu upaya utama adalah program Waste Diversion di seluruh toko IKEA Indonesia. Program ini menargetkan 80 persen pengalihan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 2030 melalui recycling, composting, dan recovery. Saat ini sebagian besar sampah operasional IKEA Indonesia telah berhasil dialihkan dari TPA.

Pendanaan Adaptasi Iklim Terbuka Lebar, Akses Masih Jadi Tantangan

IKEA Indonesia juga menjalankan Zona Daur Ulang di IKEA Kota Baru Parahyangan, Bandung, bersama Duitin sejak 2023. Fasilitas itu telah mengumpulkan lebih dari 63 ton material daur ulang. Masyarakat dapat mendaur ulang dengan mudah dan mendapat insentif llangsung

Melalui program TERAS Indonesia sejak 2014, lebih dari 1.000 UMKM mendapat ruang gratis untuk memasarkan produk di toko IKEA Indonesia. Sepanjang 2025, program ini mencatatkan estimasi penjualan sekitar Rp5 miliar bagi UMKM peserta.

Bersama Instellar, IKEA juga menjalankan IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA) sejak 2023. Program ini telah mendukung 30 social enterprise melalui pelatihan, mentoring, bootcamp, dan penguatan strategi bisnis. Total lebih dari 14.000 penerima manfaat terjangkau secara langsung maupun tidak langsung.

“Ketika lebih banyak orang memiliki akses terhadap solusi sederhana dalam kehidupan sehari-hari, manfaat bagi masyarakat dan lingkungan bisa lebih luas dan berkelanjutan,” tutup Ahmad.

Ke depan, IKEA Indonesia akan terus berkolaborasi dengan pelanggan, mitra, komunitas, UMKM, dan pemangku kepentingan lain untuk menghadirkan solusi yang mendukung kehidupan lebih baik. *** Editor: Yoyok Bepe, Email: yoyokbp@gmail.com

Tekad Lurah Baktijaya, Kawasan Jalan Juanda Depok Bebas Bangunan Liar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom