RUZKA INDONESIA — PT Future Electronic Technology menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses perizinan operasional pabrik yang berlokasi di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Langkah proaktif ini diambil guna memastikan kehadiran perusahaan membawa dampak positif dan harmonis bagi lingkungan sekitar.
Manager Human Resources and General Affairs (HRGA) PT Future Electronic Technology, Muhamad Ardiansyah, menjelaskan bahwa pada awalnya pengurusan perizinan sempat diserahkan kepada pihak ketiga.
Namun, dalam perjalanannya ditemukan kendala berupa minimnya koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat setempat.
“Kami kini mengambil alih langsung proses pengurusan tersebut. Kami tidak menutup mata terhadap izin-izin yang harus diselesaikan, dan saat ini seluruh proses sedang berjalan secara paralel,” ujar Ardiansyah, Senin (22/06/2026).
Pihaknya juga intens berkordinasi dengan pemerintah desa setempat terkait pemenuhan berkas yang diperlukan.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, perusahaan telah menyiapkan sejumlah program strategis yang berfokus pada kesejahteraan dan kontribusi bagi warga Cileungsi Kidul.
Untuk tahap awal operasional, perusahaan berkomitmen menyerap tenaga kerja dari wilayah sekitar hingga 100 persen sesuai dengan kebutuhan lini produksi.
CSR
Program Corporate Social Responsibility (CSR) Terstruktur Perusahaan siap mendukung penuh kegiatan sosial keagamaan dan nasional warga seperti peringatan Hari Kemerdekaan RI, Isra Mi’raj, hingga Idulfitri melalui mekanisme pengajuan proposal resmi.
Perawatan Infrastruktur Jalan terkait dampak mobilitas perusahaan, manajemen telah menyepakati opsi iuran tahunan bersama warga, Ketua RT, dan Ketua RW setempat untuk perawatan jalan.
Mengenai aspek tata ruang dan alih fungsi bangunan, Ardiansyah, menjelaskan bahwa koordinasi dengan dinas terkait sudah berjalan.
Mengingat PT Future Electronic Technology merupakan industri baru yang mengadopsi teknologi dan mesin mutakhir, proses penerbitan izin memang membutuhkan waktu karena adanya fase trial (uji coba).
“Untuk mendukung operasional awal, kami akan mengajukan surat keterangan bahwa proses perizinan sedang berjalan. Pada tahap awal ini, ada empat tenaga kerja lokal yang langsung kami libatkan dalam proses trial mesin,” pungkas Ardiansyah.
Melalui langkah transparansi ini, perusahaan berharap dapat berjalan berdampingan dengan masyarakat dan menyudahi polemik yang sempat muncul, demi terciptanya iklim investasi yang sehat di Kabupaten Bogor. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar