RUZKA INDONESIA โ Ucapan selamat disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris atas terpilihnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities. Menurutnya, posisi strategis ini menjadi pengakuan dunia internasional terhadap semakin kuatnya peran Jakarta dalam isu perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi antar kota dunia.
โIni capaian yang sangat membanggakan dan strategis bagi Jakarta. Posisi ini bukan hanya prestise internasional, tetapi peluang besar untuk mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan,โ ujar Fahira Idris di Jakarta, Ahad (24/05/2026).
Menurut Fahira Idris, keterlibatan aktif Jakarta di C40 Cities akan membuka akses lebih besar terhadap pembiayaan hijau internasional, transfer teknologi, pertukaran praktik terbaik antar kota dunia, hingga peluang investasi pada sektor transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ketahanan iklim.
Senator Jakarta ini mengungkapkan, di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, posisi Jakarta di C40 menjadi sangat penting karena kota-kota saat ini berada di garis depan dalam menghadapi krisis iklim global. Karena itu, Jakarta harus memanfaatkan momentum ini bukan hanya untuk meningkatkan citra internasional, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung warga.
Untuk itu, Fahira Idris menyampaikan beberapa harapan besar pasca terpilihnya Pramono Anung sebagai Wakil Ketua C40 Cities. Pertama, mempercepat transformasi transportasi rendah emisi. Fahira Idris berharap Jakarta semakin agresif memperluas transportasi publik berbasis listrik, memperkuat integrasi antarmoda, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang masih menjadi penyumbang utama emisi karbon Jakarta.
โPosisi strategis di C40 harus menjadi akselerator bagi Jakarta untuk menjadi kota dengan sistem transportasi publik yang semakin modern, nyaman, terjangkau, dan ramah lingkungan,โ ujar Fahira Idris.
Kedua, mempercepat pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi. Dalam pandangan Fahira Idris, Jakarta perlu memanfaatkan jejaring C40 untuk memperluas penggunaan panel surya di gedung publik, sekolah, rumah sakit, pasar, hingga kawasan permukiman, sekaligus mempercepat standar bangunan hijau dan efisiensi energi di berbagai sektor.
Ketiga, memperkuat ketahanan Jakarta menghadapi krisis iklim sekaligus mengingatkan bahwa Jakarta menghadapi ancaman serius berupa banjir, penurunan muka tanah, kenaikan muka air laut, hingga gelombang panas perkotaan (urban heat island). Karena itu, berbagai kebijakan adaptasi iklim harus dipercepat secara terintegrasi.
โJakarta tidak hanya harus bicara soal kota global, tetapi juga kota yang aman dan tangguh menghadapi krisis iklim,โ tegas Fahira Idris.
Keempat, memperluas ruang terbuka hijau dan ruang publik berkualitas.
Aktivis perempuan ini berharap Jakarta memanfaatkan pengalaman kota-kota dunia anggota C40 untuk mempercepat pembangunan taman kota, koridor hijau, hutan kota, hingga ruang publik inklusif yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan. Kota global modern, lanjutnya, bukan hanya tentang gedung tinggi dan pusat bisnis, tetapi juga tentang kualitas ruang hidup manusianya.
Kelima, memperkuat ekonomi hijau yang menciptakan lapangan kerja baru. Fahira Idris berharap agenda lingkungan Jakarta juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui pengembangan ekonomi sirkular, industri daur ulang, energi bersih, transportasi hijau, hingga usaha berbasis keberlanjutan.
โTransisi hijau harus menjadi peluang ekonomi rakyat, bukan hanya agenda elite atau proyek simbolik,โ kata Fahira Idris.
Keenam, memperkuat kolaborasi kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Berbagai persoalan lingkungan Jakarta seperti polusi udara, banjir, sampah, hingga transportasi tidak bisa diselesaikan Jakarta sendirian. Karena itu, kolaborasi lintas daerah di kawasan aglomerasi harus diperkuat secara konkret dan berkelanjutan.
Ketujuh, memastikan seluruh agenda kota hijau berdampak langsung pada warga. Fahira Idris mengingatkan bahwa keberhasilan Jakarta di panggung global harus diukur dari kualitas hidup warga sehari-hari, mulai dari udara yang lebih bersih, transportasi yang nyaman, ruang publik yang sehat, hingga biaya hidup perkotaan yang lebih efisien.
โPaling penting adalah bagaimana seluruh agenda global ini benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta, terutama kelompok rentan dan masyarakat kelas menengah bawah,โ ujar Fahira Idris.
Jakarta, sambung Fahira Idris, sebenarnya memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kota global hijau dunia, terutama karena berbagai transformasi yang sudah mulai berjalan seperti elektrifikasi bus TransJakarta, penguatan transportasi publik terintegrasi, pengembangan bangunan hijau, hingga berbagai agenda ketahanan iklim.
โJakarta punya peluang besar menjadi contoh kota global hijau di kawasan Asia Tenggara. Tetapi untuk sampai ke sana dibutuhkan keberanian mengambil kebijakan yang progresif, konsisten, dan berpihak pada keberlanjutan jangka panjang,โ pungkas Fahira Idris. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com



Komentar