RUZKA INDONESIA — Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dalam pengembangan kawasan Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
Kerjasama ini difokuskan pada pengembangan bidang sains, teknologi, pendidikan, budaya, lingkungan, dan pariwisata berbasis masyarakat multikultur serta nilai-nilai spiritual.
Rektor ITERA, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, Ph.D hadir langsung meninjau kawasan Masjid Pantai Bali bersama Guru Besar ITB, Prof. Muhammad Syahril Badri Kusuma, Ph.D sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat berbasis kawasan pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nyoman menyampaikan bahwa ITERA sebelumnya juga telah mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Cupel melalui kolaborasi bersama DPMK-ITB (Direktorat Pengabdian Masyarakat Kepakaran Institut Teknologi Bandung) untuk membantu penanganan aberasi di kawasan Masjid Pantai Bali.
โKawasan pesisir seperti Desa Cupel membutuhkan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah. Karena itu ITERA telah mengirimkan mahasiswa KKN untuk ikut membantu penguatan pemberdayaan masyarakat pesisir dan bersama DPMK-ITB membantu penanganan aberasi di Cupel, Jembranaโ ujar Prof. Nyoman dalam keterangan yang diterima, Senin (25/05/2026).
Menurutnya, kerjasama antara ITERA dan YMPN diharapkan menjadi model pengembangan kawasan berbasis sains dan kemanusiaan yang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pusat Peradaban Pluralitas Baru
Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Firmansyah Dimmy, menyampaikan bahwa Masjid Pantai Bali diharapkan menjadi pusat peradaban pluralitas baru yang menghadirkan harmoni antara spiritualitas, sains, lingkungan, dan budaya lokal.
โMasjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, dan pengembangan wisata berbasis nilai-nilai rahmatan lil โalamin,โ ujarnya.
Dalam ruang lingkup kerjasama, ITERA dan YMPN akan mengembangkan berbagai program strategis, antara lain:
- Riset dan pengembangan teknologi tepat guna kawasan pesisir
- Smart Masjid dan digitalisasi layanan masyarakat
- Program pendidikan, workshop, seminar, dan KKN mahasiswa
- Pengembangan seni budaya dan festival Islami
- Program pemberdayaan masyarakat pesisir
- Penanganan lingkungan dan abrasi kawasan pantai
- Pengembangan konsep wisata religi dan smart tourism
- Inkubasi ekonomi kreatif dan branding kawasan
Kehadiran Prof. Nyoman Pugeg Aryantha dan Prof. Syahril Badri Kusuma menjadi simbol dukungan dunia akademik terhadap pengembangan Masjid Pantai Bali sebagai kawasan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan akademisi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan media.
Kawasan Masjid Pantai Bali yang mulai berkembang menjadi “Wisata Religi” dan Pusat Manasik Haji, ke depan diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan pesisir, pengembangan UMKM, hingga laboratorium sosial berbasis masyarakat pesisir.
Kerjasama ini diharapkan menjadi model kolaborasi nasional dalam membangun kawasan religius yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar pada keharmonisan, spiritualitas, dan kearifan lokal Nusantara. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmaol.com



Komentar