RUZKAINDONESIA.ID, DEPOK — Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja selama 2025 dalam Sidang Terbuka yang diadakan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) dalam Balai Sidang UI Kampus Depok, pada Rabu (13/05/2026)
Penyampaian laporan ini merupakan bagian dari amanat Statuta UI sekaligus bentuk akuntabilitas universitas kepada MWA, sivitas akademika, dan masyarakat luas. Dalam sidang tersebut.
Turut hadir Dewan Guru Besar, Senat Akademik, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur.
Prof. Heri menyampaikan bahwa seluruh target Indikator Kinerja Utama (IKU) UI pada 2025 berhasil tercapai dengan total capaian kinerja sebesar 110,42 persen.
Capaian itu mencerminkan penguatan UI dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola, daya saing global, riset dan inovasi, hingga pemerataan akses pendidikan.
Pada bidang daya saing global, UI berhasil mencatatkan capaian penting dengan menempati peringkat 189 dunia dalam QS World University Rankings 2026.
Pencapaian tersebut menjadikan UI sebagai universitas pertama di Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran 200 besar perguruan tinggi terbaik dunia versi QS WUR.
Pertahankan Posisi sebagai Universitas Terbaik
UI juga mempertahankan posisinya sebagai universitas terbaik di Indonesia pada pemeringkatan tersebut.
Tidak hanya pada tingkat institusi, pengakuan internasional juga terlihat melalui capaian bidang ilmu.
Dalam QS WUR by Subject 2026, sebanyak 30 disiplin ilmu UI berhasil masuk pemeringkatan dunia, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 27 disiplin ilmu.
Empat bidang ilmu UI berhasil masuk Top 100 dunia, yakni Anthropology, Law, Library and Information Management, serta Dentistry.
UI juga menempati peringkat pertama di Indonesia untuk 16 disiplin ilmu dan memiliki sejumlah bidang ilmu yang masuk dalam Top 3 serta Top 5 Asia Tenggara.
Sementara itu, pada pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings, UI mempertahankan posisi sebagai satu-satunya universitas di Indonesia yang berada pada rentang peringkat 801โ1000 dunia.
Dalam THE Asia University Rankings 2026, UI juga berhasil menempati peringkat pertama di Indonesia dan berada pada posisi ke-19 Asia Tenggara.
Dalam bidang riset dan inovasi, UI mencatat peningkatan produktivitas akademik dengan rata-rata dosen menghasilkan 1,9 luaran bereputasi atau berdampak bagi masyarakat, melampaui target 1,7 luaran.
Sepanjang 2025, UI menghasilkan 3.180 publikasi, 1.027 hak cipta, 85 paten granted, 3 desain industri, serta 188 kegiatan pengabdian masyarakat dan 25 policy brief.
Apresiasi Kepada BEM UI
Prof. Heri juga urut memberikan apresiasi kepada mahasiswa UI, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, yang ternilai menjadi bagian penting dalam kehidupan demokratis kampus.
Ia menilai mahasiswa UI tidak hanya aktif menyampaikan aspirasi dan menjaga sensitivitas kampus terhadap persoalan masyarakat.
Tetapi juga mahasiswa UI terus menunjukkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
โMahasiswa UI selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan demokratis kampus. Mereka menyampaikan aspirasi, mengingatkan pimpinan universitas, dan menjaga agar UI tetap peka terhadap persoalan masyarakat,โ ujar Prof. Heri.
Sepanjang 2025, mahasiswa UI meraih 1.853 penghargaan, terdiri atas 1.304 penghargaan nasional dan 549 penghargaan internasional.
Capaian tersebut menjadi bagian terbesar dari total 1.924 penghargaan yang diperoleh sivitas akademika UI.
Selain penguatan reputasi global, UI juga terus memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada 2025, mahasiswa UI tercatat berasal dari 342 kota dan kabupaten, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 300 kota dan kabupaten.
UI juga menyalurkan beasiswa dan bantuan pendidikan sebesar Rp421 miliar kepada 11.175 mahasiswa.
Jaga Mutu Pendidikan
Prof. Heri mengatakan, โUI harus menjaga mutu pendidikan sekaligus memperluas akses bagi lebih banyak anak bangsa,โ katanya.
Pada aspek kesejahteraan pegawai, UI melakukan peningkatan skema remunerasi bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui berbagai insentif berbasis kinerja.
Pada 2025, realisasi Insentif Prestasi Kinerja (IPK) mencapai Rp45,8 miliar untuk 4.414 pegawai.
Sedangkan realisasi Insentif Capaian Kinerja Organisasi (ICKO) mencapai Rp26,8 miliar untuk 4.176 pegawai.
UI juga akan merealisasikan Insentif Capaian Kinerja Individu (ICKI) pada Juni 2026.
Selain remunerasi, UI turut memperkuat berbagai program kesejahteraan non-remunerasi, seperti perlindungan kesehatan dan bantuan penyakit kritis, medical check-up.
Lalu, program perumahan pegawai, hingga keringanan UKT bagi anak dosen dan tenaga kependidikan yang teterima di UI.
Atas seluruh capaian ini, Prof. Heri menyampaikan apresiasi kepada seluruh organ universitas, pimpinan UI, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa.
Selain iti, apresais juga untuk alumni, mitra industri, hingga masyarakat yang telah mendukung perjalanan dan transformasi UI selama 2025.
Ia menegaskan bahwa capaian UI merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dan berbagai pihak yang terus menjaga keberlangsungan universitas.
Menurutnya, kolaborasi menjadi fondasi penting bagi UI untuk terus memperkuat transformasi sebagai kampus yang unggul, impactful, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, negara, serta peradaban dunia. (***)
Jurnalis: Ruzka Azra Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar