RUZKA INDONESIA — Mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindah ke tengah usai kecelakaan KRL di Bekasi Timur, pada Selasa (28/04/2026),.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi dinilai masyarakat tak berempati pada para korban dengan pola pikir konyol dan langsung di rujak netizen di media sosial (medsos).
Seperti diberitakan kecelakaan kereta KRL Commuter Line yang diseruduk KA Agro Bromo Anggrek terjadi pada Senin (27/04/2026), yang menyebakan gerbong khusus perempuan yang ada dibelakang ringsek parah
Korban tewas sebanyak 15 orang dan 84 luka-luka. Seluruh korban merupakan berjenis kelamin perempuan dewasa.
Atas kesalahan mengusulkan seolah-olah nyawa perempuan lebih penting dari laki-laki, Menteri PPPA, Arifah Fauzi menyampaikan permohanan maaf melalui akun medsos Kementerian PPPA, Rabu (29/04/2026).
“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan kelurarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ujar Menteri PPPA.
Lanjut Menteri PPPA, tidak ada maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainya dan memahami yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penangganan korban, serta empati kepada seluruh korban yang terdampak.
“Kita semuanya sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki,” tuturnya.
Kementerian PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan.
“Kami sangat berduka. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma,” jelas Menteri PPPA. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com




















Komentar