RUZKA INDONESIA โ Upaya menghadirkan perlindungan sosial yang merata bagi pekerja informal terus menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya di wilayah dengan jumlah desa yang besar seperti Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan total 416 desa yang tersebar di berbagai kecamatan, pendekatan konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah tantangan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Bogor-Cileungsi menghadirkan sebuah terobosan melalui program Perisai Desa, sebuah pendekatan berbasis komunitas yang menjadikan desa sebagai pusat perlindungan pekerja khususnya sektor informal. Program ini bahkan disebut sebagai salah satu inisiatif awal di Indonesia dalam menghadirkan perlindungan sosial berbasis desa secara sistematis.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bogor-Cileungsi, Andi Widya Leksana, menegaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana pekerja informal masih menjadi kelompok paling rentan terhadap risiko sosial ekonomi.
โIni sebagai salah satu bentuk nyata bahwa sinergi antara Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), pemerintah Kabupaten Bogor, dan BPJS Ketenagakerjaan memiliki semangat yang sama untuk menjaga dan melindungi setiap tulang punggung keluarga beserta keluarganya,โ ujar Andi dalam wawancara khusus dengan RUZKA INDONESIA, Kamis (23/4/2026) di Ciseeng, Bogor.

di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.. (Foto: Djoni Satria/ RUZKA INDONESIA)
ย
Menurutnya, perlindungan pekerja tidak bisa hanya dilakukan melalui pendekatan administratif atau menunggu masyarakat datang ke kantor layanan. Justru sebaliknya, perlindungan harus hadir langsung di tengah masyarakat.
โKita tidak bisa lagi menunggu. Kita harus datang, mendekat, dan memastikan masyarakat benar-benar memahami serta merasakan manfaat perlindungan sosial,โ tegasnya.
Dari Desa, Perlindungan Dimulai
Program Perisai Desa menjadi strategi kunci dalam menjawab tantangan tersebut. Andi menjelaskan bahwa desa dipilih karena merupakan unit terkecil pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
Dengan pendekatan ini, agen Perisai Desa akan menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan edukasi, pendampingan, hingga layanan langsung kepada masyarakat.
โDesa adalah titik awal yang paling efektif. Ketika kita bisa memastikan perlindungan di desa berjalan, maka dampaknya akan sangat besar secara keseluruhan,โ jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang memperluas kepesertaan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat.
โKami ingin masyarakat memahami bahwa jaminan sosial bukan sekadar program, tetapi kebutuhan dasar yang harus dimiliki setiap pekerja,โ tambah Andi.
Komitmen Bersama Melalui MoU
Sebagai langkah konkret, program ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPJS Ketenagakerjaan Bogor-Cileungsi dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurut Andi, MoU tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen bersama untuk bergerak secara nyata.
โItu adalah komitmen bersama kita untuk bergerak secara konkret dan nyata melindungi seluruh pekerja yang ada di desa masing-masing, khususnya di 416 desa di Kabupaten Bogor,โ ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, seluruh elemenโmulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, hingga BPJS Ketenagakerjaanโmemiliki visi yang sama dalam memberikan perlindungan sosial yang merata.
โKita punya semangat yang sama, komitmen yang sama untuk memastikan setiap pekerja terlindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan,โ lanjutnya.
Target Ambisius: 1 Juta Pekerja Terlindungi
Program Perisai Desa tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi juga memiliki target yang jelas dan terukur. BPJS Ketenagakerjaan Bogor-Cileungsi menargetkan perlindungan bagi sekitar 1 juta pekerja informal di Kabupaten Bogor.
โTarget utama kami adalah kurang lebih 1 juta pekerja informal. Ini menjadi sasaran utama yang harus kita capai bersama,โ ungkap Andi.
Untuk mencapai target tersebut, setidaknya sebanyak 416 kader Perisai Desa disiapkan sebagai ujung tombak di lapangan. Mereka akan bekerja langsung di wilayah masing-masing untuk menjangkau masyarakat.
โMelalui 416 kader Perisai Desa ini, kita bergerak bersama untuk memberikan perlindungan kepada pekerja informal di seluruh desa. Angka 416 Perisai Desa diharapkan dapat bertambah,โ katanya.
Andi juga menekankan bahwa pendekatan berbasis kader ini akan jauh lebih efektif dibandingkan metode konvensional.
โKarena mereka berasal dari desa itu sendiri, mereka lebih memahami kondisi masyarakat dan lebih mudah membangun kepercayaan,โ jelasnya.
Indikator Keberhasilan: Lebih dari Sekadar Angka
Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terdaftar. Andi menegaskan bahwa ada indikator yang lebih luas dan strategis.
โIndikator utamanya tentu sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor, yaitu mencegah bertambahnya angka kemiskinan,โ ujarnya.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
โKita ingin masyarakat memiliki perlindungan yang kuat sehingga mampu menghadapi risiko sosial ekonomi dengan lebih baik,โ tambahnya.
Lebih jauh lagi, program ini juga dikaitkan dengan visi jangka panjang pembangunan nasional.
โKami juga ingin bersama-sama membangun dan mengawal generasi emas Indonesia menuju tahun 2045,โ katanya.
Menurutnya, perlindungan sosial yang baik akan memberikan rasa aman bagi pekerja informal dan keluarganya.
โKetika pekerja sudah terlindungi, mereka bisa bekerja dengan tenang, produktivitas meningkat, dan keluarga pun merasa lebih aman,โ jelas Andi.
Masih Tahap Awal, Fokus pada Edukasi
Meski memiliki target besar, Andi mengakui bahwa program ini masih berada pada tahap awal. Saat ini, fokus utama adalah membangun fondasi melalui edukasi dan peningkatan literasi.
โSaat ini mereka masih dalam tahap menjadi kader, serta meningkatkan awareness dan literasi terkait program BPJS Ketenagakerjaan,โ ungkapnya.
Ia menilai bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada akses, tetapi juga pada pemahaman masyarakat.
โBanyak masyarakat yang belum memahami manfaat jaminan sosial. Ini yang harus kita dorong terlebih dahulu,โ katanya.
Target Realistis: 50 Pekerja per Desa
Sebagai langkah awal yang terukur, BPJS Ketenagakerjaan menetapkan target minimal bagi setiap kader Perisai Desa.
โSetiap kader kami harapkan mampu mendaftarkan minimal 50 pekerja informal di wilayahnya masing-masing,โ ujar Andi.
Target ini dinilai realistis dan dapat menjadi pijakan awal untuk mencapai target yang lebih besar.
โKalau ini konsisten dilakukan di seluruh desa, dampaknya akan sangat signifikan,โ tambahnya.
Untuk memastikan hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan pendampingan intensif kepada para kader.
โKami akan membimbing mereka selama kurang lebih satu bulan agar benar-benar siap dan mampu bergerak secara mandiri,โ jelasnya.
Monitoring, Evaluasi, dan Aksi Nyata di Lapangan
Tidak hanya berhenti pada pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.
โKami akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama, mencari strategi yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan awareness masyarakat,โ ujar Andi.

Selain itu, pihaknya juga akan turun langsung ke lapangan sebagai bentuk dukungan nyata.
โKami juga akan turun langsung untuk memberikan perlindungan secara simbolis kepada pekerja, baik saat mereka mendaftar maupun saat menerima manfaat,โ tambahnya.
Langkah ini dilakukan agar program benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya sekadar konsep.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Menutup wawancara, Andi menegaskan bahwa keberhasilan program Perisai Desa sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.
โPerisai Desa ini terbentuk melalui kolaborasi dan sinergi. Tidak bisa berjalan sendiri,โ tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa program ini terbuka untuk dikembangkan dan direplikasi di daerah-daerah lain.
โHarapannya, ini bisa menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia,โ ujarnya.
Dengan pendekatan yang terstruktur, berbasis komunitas, dan didukung kolaborasi yang kuat, BPJS Ketenagakerjaan Bogor-Cileungsi optimistis program Perisai Desa akan menjadi solusi nyata dalam memperluas perlindungan sosial.
Pada akhirnya, langkah ini bukan hanya tentang angka kepesertaan, tetapi tentang menghadirkan rasa aman bagi jutaan pekerja informal dan keluarganya. Dari desa, perlindungan dimulaiโdan dari sinilah masa depan yang lebih sejahtera dibangun. (***)
Jurnalis/Editor: Djoni Satria


















Komentar