Kuliner
Beranda ยป Berita ยป Wisata Kuliner Anti-Mainstream di Majalengka: Makan Bebas Bayar di Warung Mimi Encas

Wisata Kuliner Anti-Mainstream di Majalengka: Makan Bebas Bayar di Warung Mimi Encas

Pengunjung memilih menu makanan yang di sediakan di warung Mimi Encas. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Di tengah hamparan alam yang sejuk, sebuah warung makan di Majalengka ini sukses bikin orang mengernyitkan dahi sekaligus terharu. Namanya Warung Mimi Encas,tempat makan dengan konsep tak biasa: โ€œDahar Sawaregna, Bayar Saikhlasnaโ€. Artinya, makan sepuasnya, bayar semampunya.

Sekilas, tempat ini tampak seperti rumah makan premium atau bahkan destinasi wisata berbayar.

Area yang luas, taman yang tertata rapi, hingga nuansa saung khas Sunda membuat siapa pun yang melintas mungkin akan berpikir dua kali untuk masuk. Tapi begitu melangkah ke dalam, anggapan itu langsung runtuh.

Di sini, pengunjung bebas menikmati hidangan rumahan khas Sunda tanpa harus memikirkan harga. Bahkan, jika benar-benar tidak mampu, makan pun tetap dipersilakan tanpa bayar.

Pengelola warung, Wawan, mengatakan ide ini lahir dari obrolan keluarga yang sederhana namun penuh empati. Ia merupakan adik dari anggota DPR RI, H. Ateng Sutisna.

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah Buka Festival Ramadhan Secawan, Sajikan Bazar Takjil dan Sembako Murah

โ€œAwalnya dari obrolan biasa di keluarga. Kami ingin berbagi, karena di luar sana masih banyak yang menahan lapar,โ€ kata Wawan saat ditemui, Sabtu (18/04/2026).

Konsep sedekah menjadi napas utama operasional warung ini. Tak ada daftar harga, hanya kotak pembayaran seikhlasnya yang disediakan di sudut ruangan.

โ€œTidak bayar pun tidak apa-apa. Karena memang ada yang benar-benar tidak punya,โ€ ujarnya.

Meski terdengar tak masuk akal secara bisnis, Warung Mimih Encas justru tetap berjalan setiap hari. Sumber dananya berasal dari donasi keluarga serta kontribusi sukarela para pengunjung. Bahkan, sebagian dana juga dialokasikan untuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim.

Menariknya lagi, jumlah pengunjung di warung ini tidak main-main. Dalam sehari, bisa ratusan orang datang untuk makan.

Yuk Bukber di ITC Depok, Ada Lapau Ramadhan Minang

โ€œKalau ramai, bisa sampai 700 porsi sehari. Secara hitungan mungkin nggak masuk akal, tapi alhamdulillah semua tetap kebagian. Ini yang kami sebut โ€˜matematika Allahโ€™,โ€ tutur Wawan.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB, atau sampai makanan habis. Namun daya tariknya tak hanya soal makan gratis atau bayar seikhlasnya.

Area warung yang luas juga dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas masyarakat. Mulai dari senam, latihan silat, hingga kegiatan anak-anak kerap digelar di sini. Pengelola bahkan menyediakan tambahan asupan seperti bubur kacang hijau dan telur untuk peserta kegiatan.

โ€œSilakan dipakai. Daripada kosong, lebih baik jadi ruang bersama. Yang penting dijaga kebersihannya,โ€ kata Wawan.

Tak hanya itu, anak-anak sekolah yang datang juga mendapat fasilitas sederhana seperti buku gambar dan pensil. Upaya kecil ini diharapkan bisa ikut mendukung semangat belajar mereka.

Ini Panduan Konsumsi MSG yang Benar untuk Keluarga Modern

Berada di kawasan yang asri, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan taman Saung Panganter Kahayang serta melihat koleksi domba Garut premium milik H. Ateng Sutisna. Nuansa ini membuat pengalaman makan terasa seperti sedang berwisata.

Tak heran, Warung Mimi Encas mulai menarik perhatian warga dari berbagai daerah. Tak hanya warga lokal, pengunjung dari Bandung, Indramayu hingga Bekasi juga datang untuk merasakan langsung pengalaman unik ini.

Salah satu pengunjung, Alyani, warga Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, mengaku terkesan.

โ€œBaru pertama kali lihat konsep seperti ini di Majalengka. Makanannya enak, kayak masakan rumah. Tempatnya juga adem, enak buat santai,โ€ ujarnya.

Ia berharap warung ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas.

โ€œSemoga tetap berjalan dan makin banyak orang yang terbantu,โ€ tambahnya.

Warung Mimih Encas sendiri mulai beroperasi usai Lebaran 2026. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kehadirannya menjadi oase, membuktikan bahwa berbagi bisa dilakukan dengan cara sederhana, bahkan hanya lewat sepiring makanan. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom