RUZKA INDONESIA — Saat ini sedang berlangsung pembangunan Sekolah Islam Al Azhar untuk tingkat SMP dan SMA di Jalan Margonda Raya, Kota Depok.
Lokasinya tak jauh dari pusat perbelanjaan D Mal dan rumah sakit Eka Hospital atau di seberang Kampus LIA.
Dikutip dari Instagram Sekolah Islam Al Azhar Margonda, sudah membuka pendaftaran murid baru (PMB) 2026/2027.
Pembagunan Sekolah Islam Al Azhar Margonda menempati lahan cukup sempit untuk merekomendasi tiga tingkat jenjang pendidikan pada satu lokasi.
Dengan luas lahan 10.058 m2, Sekolah Al Azhar Margonda yang terdiri dari SMP Islam Al Azhar 43 dan SMA Islama Al Azhar 23 dibangun vertikal tiga lantai, luas lantai bangunan 22.516 m2.
Untuk efisiensi lahan, layout kelas dibuat single loaded dengan koridor di dalam. Void dihadirkan dengan atao transparan menjadii solusi menangkap cahaya alami menjadikan koridor lebih hidup sebagai sarana interalsi antarsiswa waktu istirahat, sekaligus mempermudah kontrol guru dalam memantau ketertiban murid.
Zona antar jenjang dibedakan secara vertikal dengan corak warna berbeda di interior, secara horizontal dipisahkan pocket garden yang terawasi mencegah bullying.
Keamanan adalah bagian dari kualitas pendidikan. Sekolah Islam Al Azhar Margonda menghadirkan secure learning environment melalui sistem keamanan terintegrasi, area terbuka yang terpantau, akses evakuasi ganda dan lokasi yang strategis untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung aman, nyaman dan terarah.
Sebagai smart digital school, Sekolah Islam Al Azhar Margonda menghadirkan sistem pembelajaran berbasis teknologi, inovasi digital, lingkungan hijau dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, membentuk generasi dengan nilai-nilai Islam yang berkarakter.
Beragam komentar warga dengan hadirnya Sekolah Islam Al Azhar Margonda. Sebagain besar warga terutama pengguna jalan membayangkan bakal terjadi kemacetan yang luar biasa, terutama di saat antar jemput anak sekolah.
“Nggak kebayang macetnya kayak apa di daerah situ,” kata Amel, warga pengguna Jalan Margonda Raya.
“Jalur lambatnya sempit, keluar masuk kendaraan pasti akan macet,” terang Ferdi, warga Kemirimuka, Beji.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Drajat Karyoto menegaskan Sekolah Islam Al Azhar Margonda sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Salah satu syarat IMB adalah analisa dampak lalu lintas (Andalalin),โ terang Drajat saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Andalalin merupakan kajian wajib mengenai dampak lalu lintas akibat pembangunan pusat kegiatan, permukiman, atau infrastruktur.
Tujuannya adalah memitigasi gangguan keamanan, keselamatan, tertib, dan kelancaran lalu lintas, serta menjadi persyaratan dasar penerbitan perizinan berusaha. Dokumen ini disusun untuk mengantisipasi bangkitan lalu lintas baru. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar