RUZKA INDONESIA โ Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasar energi dunia. Imbauan tersebut dikemukakan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris yang juga meminta pemangku kepentingan terkait, terutama Pertamina dan pemerintah, terus melakukan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman.
Fahira Idris menilai, kekhawatiran publik yang muncul belakangan ini lebih banyak dipicu oleh kesalahpahaman informasi mengenai cadangan energi nasional serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
โKita semua berharap tidak terjadi panic buying. Kita juga meminta Pertamina dan pemerintah memastikan sistem distribusi energi yang berjalan secara berkelanjutan sehingga pasokan BBM nasional tetap terjaga,โ ujar Senator Jakarta Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/03/2026).
Menurut Fahira, kunci utama untuk mencegah kepanikan publik adalah memastikan informasi yang beredar di masyarakat akurat dan mudah dipahami. Ia menilai Pertamina selama ini telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional, termasuk dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi terhadap dinamika energi global.
Fahira meminta Pertamina terus memastikan beberapa hal penting agar masyarakat merasa tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Pertama, memastikan ketersediaan stok BBM nasional tetap aman dengan pengelolaan distribusi yang terintegrasi dari kilang, terminal BBM, hingga SPBU di seluruh wilayah Indonesia.
Kedua, memperkuat komunikasi publik secara terbuka dan konsisten terkait kondisi pasokan energi nasional agar masyarakat tidak salah memahami informasi mengenai cadangan energi. Ketiga, memastikan kelancaran distribusi BBM terutama menjelang periode mudik Lebaran, termasuk dengan kesiapan armada mobil tangki, transportasi laut, serta layanan di SPBU pada jalur-jalur utama mudik.
Keempat, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi potensi penimbunan maupun antrean di SPBU yang dapat memicu kepanikan masyarakat.
Fahira Idris juga mengapresiasi berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan Pertamina dalam menghadapi dinamika energi global, termasuk upaya diversifikasi sumber impor energi serta penguatan sistem distribusi energi nasional. Dirinya juga menegaskan, stabilitas pasokan energi merupakan faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diiringi dengan peningkatan kebutuhan energi.
โSelama masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan distribusi energi berjalan lancar, tidak ada alasan untuk melakukan panic buying. Kita mendoakan dan tentunya mengawal agar Pertamina mampu menjaga stabilitas pasokan energi nasional,โ tandas Fahira Idris. (***)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com


Komentar