Nasional
Beranda ยป Berita ยป PP Tunas Efektif dan Berdampak Strategis Memperkuat Keamanan Digital Anak Indonesia

PP Tunas Efektif dan Berdampak Strategis Memperkuat Keamanan Digital Anak Indonesia

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga aktivis perlindungan anak Fahira Idris menegaskan bahwa perlindungan anak dan pertumbuhan ekonomi digital bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga aktivis perlindungan anak Fahira Idris menegaskan bahwa perlindungan anak dan pertumbuhan ekonomi digital bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga aktivis perlindungan anak Fahira Idris menegaskan, pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) mulai Maret 2026 ini, merupakan langkah strategis negara dalam memperkuat keamanan digital anak Indonesia.

Menurutnya, regulasi ini hadir di tengah tingginya penetrasi internet pada Generasi Z dan Generasi Alpha. Mengutip data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), tahun 2025 menunjukkan bahwa tingkat penetrasi internet di kalangan Generasi Z (lahir dalam rentang 1997 sampai 2012) mencapai 87,8 persen. Sementara di kalangan Generasi Alpha (lahir 2010-2024) mencapai 79,73 persen.

Data tersebut menunjukkan ruang digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tumbuh kembang anak.

โ€œPP Tunas adalah tonggak penting perlindungan anak di era digital. Namun efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh implementasi yang tepat, proporsional, dan berbasis risiko,โ€ ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (03/03/2026) malam.

Fahira Idris mengatakan, PP Tunas telah mengatur pendekatan berbasis risiko, kewajiban verifikasi usia, prinsip safety by design dan privacy by design, serta pembatasan pemrosesan data anak.

Dinas PUPR Depok Siapkan Strategi Penanganan Banjir dan Kemacetan

Namun, lanjutnya, sejumlah tantangan implementasi perlu diantisipasi sejak awal. Salah satunya belum seragamnya standar teknis verifikasi usia.

Selain itu, potensi pelanggaran privasi, risiko pembatasan yang terlalu kaku sehingga menghambat hak anak untuk berekspresi dan belajar, lemahnya koordinasi lintas sektor hingga daerah, keterbatasan kapasitas pengawasan dan penegakan sanksi, serta masih rendahnya literasi digital masyarakat, menjadi tantangan yang harus dicarikan solusinya.

โ€œRegulasi yang baik bisa kehilangan daya jika implementasinya tidak terukur dan tidak kolaboratif. Karena itu, saya menyampaikan tujuh rekomendasi strategis kepada Kementerian Komunikasi dan Digital agar PP Tunas benar-benar efektif dan berdampak,โ€ tegasnya.

Pertama, bangun standar verifikasi usia berlapis dan berbasis ekosistem. Indonesia, kata Fahira Idris, dapat mengadopsi model berlapis seperti yang diusulkan pelaku industri yakni verifikasi awal di level operating system atau app store sebagai gatekeeper, dikombinasikan dengan pengawasan di level platform sehingga pendekatan ini mengurangi duplikasi beban teknis dan menjaga privasi pengguna.

Kedua, terapkan pendekatan risk-tiering yang fleksibel. Seperti praktik di Uni Eropa melalui Digital Services Act dan Age Appropriate Design Code di Inggris, pengaturan harus proporsional terhadap tingkat risiko layanan.

Bagi Pekerja dan Buruh, Depok Buka Posko Pengaduan THR 2026

Gim edukatif tentu berbeda dengan platform berbasis interaksi publik terbuka. Regulasi yang diferensiatif akan lebih realistis dan implementatif.

Ketiga, bentuk otoritas pengawasan khusus keamanan digital anak. Pengawasan terpusat dengan dukungan shared dashboard real-time antara pemerintah dan platform, sebagaimana telah mulai dibangun, perlu diperkuat dengan kewenangan audit, transparansi laporan tahunan, dan mekanisme pengaduan cepat.

Keempat, alokasikan anggaran khusus dan penguatan kapasitas daerah. Pelatihan aparat daerah, penguatan lembaga perlindungan anak, dan pengembangan sistem monitoring membutuhkan dukungan anggaran berkelanjutan, karena tanpa investasi sumber daya, implementasi akan timpang.

Kelima, masifkan literasi digital berbasis keluarga dan sekolah. Belajar dari Denmark dan Australia yang mengkombinasikan regulasi dengan edukasi publik, Indonesia perlu memasukkan keamanan digital dalam kurikulum sekolah serta menyediakan pelatihan orang tua yang tetap menjadi garda terdepan perlindungan anak.

Keenam, dorong inovasi teknologi perlindungan. Alih-alih membatasi inovasi, PP Tunas dapat mendorong pengembangan teknologi AI content moderation, behavioral age inference, dan high privacy default. Insentif bagi platform yang patuh dan inovatif dapat menjadi pendekatan kolaboratif.

Forum Renja 2027, BKD Depok Angkat Tema Digitalisasi Pelayanan

Ketujuh, jaga dialog multipihak secara berkelanjutan. Pelibatan industri, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas orang tua penting agar regulasi adaptif terhadap dinamika teknologi dan tidak menimbulkan ketidakpastian usaha

Fahira Idris juga menegaskan bahwa perlindungan anak dan pertumbuhan ekonomi digital bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.

โ€œYang kita butuhkan adalah regulasi yang cerdas dan implementatif. Anak-anak harus terlindungi, tetapi tetap memiliki ruang untuk belajar, berekspresi, dan membangun literasi digital. Perlindungan dan inovasi harus berjalan beriringan,โ€ pungkas Fahira Idris. (***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom