RUZKA INDONESIA — Semarakan Ramadhan 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar program Wartawan Mengaji.
Para wartawan PWI Kota Depok masing-masing mengaji 1 jus hingga khatm pada acara puncak Wartawan Mengaji di Kantor PWI Kota Depok pada Jumat 13 Maret 2026.
Pada acara puncak, para wartawan akan buka puasa bersama (bukber), sholat Magrib, Isya dan Tarawih berjamaah lalu mengaji bersama hingga katm 30 jus. Setelah itu dilanjutkan dengan santunan anak yatim dan pembagian bingkisan lebaran untuk para wartawan.
Nah, masih dalam rangkaian program Wartawan Mengaji, Bidang Kerohanian PWI Kota Depok menggelar bukber dan Shalat Magrib, Isya dan Tarawih berjamaah di Kantor PWI Kota Depok setiap Rabu.
Giat perdana sudah berlangung pada Rabu (25/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kualitas keagamaan para wartawan di bulan suci Ramadhan.
Sekitar 20 anggota PWI Kota Depok hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut. Suasana kebersamaan begitu terasa sejak waktu berbuka puasa hingga pelaksanaan shalat Magrib, Isya dan Tarawih berjamaah.
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Tarawih berjamaah secara seremonial di Kantor PWI Kota Depok merupakan kali pertama digelar.
“Ini menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan sesama anggota PWI Kota Depok,” ujar Rusdy.
Ia berharap kegiatan kerohanian seperti ini dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momentum Ramadhan, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya.
“Wartawan bukan hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga harus memiliki fondasi spiritual yang kuat. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari ikhtiar kita membangun keseimbangan itu,” jelas mantan wartawan senior Republika ini.
Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Bidang Kerohanian PWI Kota Depok, Ustadz Syahruddin, memimpin shalat berjamaah sekaligus menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) setelah Tarawih.
Dalam tausiyahnya, ustadz Syahruddin mengajak seluruh anggota PWI agar tidak menjauhi Al-Qurโan, terlebih di bulan suci Ramadhan.
“Jadikan Al-Qurโan sebagai pegangan hidup. Mereka yang bersama Al-Qurโan, yang membersamainya siang dan malam, maka dia akan selalu dimuliakan Allah SWT,” terangnya.
Ia mengingatkan bahwa Ramadhan memiliki kemuliaan karena di dalamnya diturunkan Al-Qurโan, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
ุดูููุฑู ุฑูู ูุถูุงูู ุงูููุฐูู ุฃููุฒููู ููููู ุงููููุฑูุขูู ููุฏูู ููููููุงุณู ููุจููููููุงุชู ู ูููู ุงููููุฏูููฐ ููุงููููุฑูููุงูู
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qurโan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
Menurutnya, kemuliaan Ramadhan tidak bisa dilepaskan dari Al-Qurโan. Bahkan Rasulullah ๏ทบ mendapatkan kemuliaan sebagai Sayyidul Anbiya karena menerima mukjizat terbesar berupa Al-Qurโan. Malaikat Jibril pun dikenal sebagai Sayyidul Malaikah karena diamanahi menyampaikan wahyu tersebut kepada Nabi Muhammad ๏ทบ.
Ustadz Syahruddin juga mengutip sabda Rasulullah ๏ทบ:
ุฎูููุฑูููู ู ู ููู ุชูุนููููู ู ุงููููุฑูุขูู ููุนููููู ููู
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qurโan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Ia mengibaratkan hubungan manusia dengan Al-Qurโan seperti tanaman dalam pot.
“Tanaman yang ada di dalam pot, kalau tidak disiram dan tidak diurus, maka ia akan layu. Tetapi bila Al-Qurโan ditinggalkan, maka bukan Al-Qurโannya yang layu, melainkan manusianya yang akan layu,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Al-Qurโan adalah sumber kemuliaan dan penolong di akhirat. Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุงููุฑูุคููุง ุงููููุฑูุขูู ููุฅูููููู ููุฃูุชูู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ุดููููุนูุง ููุฃูุตูุญูุงุจููู
“Bacalah Al-Qurโan, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
Karena itu, Ustadz Syahruddin yang juga Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara dan wartawan sajada.id ini mengajak para wartawan menjadikan Ramadhan sebagai momentum kembali kepada Al-Qurโanโmembaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Mereka yang senantiasa membersamai Al-Qurโan akan senantiasa dimuliakan Allah SWT, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” tegasnya.
Kegiatan buka puasa dan Tarawih perdana ini diakhiri dengan doa bersama agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh anggota PWI Kota Depok dan keluarga besar insan pers di Kota Depok.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Qurโani, PWI Kota Depok berharap Ramadhan menjadi momentum memperkuat integritas, spiritualitas, serta solidaritas di antara para wartawan. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editorial: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar