RUZKA INDONESIA — PT Patra Drilling Contractor (PDC) kembali menorehkan prestasi di bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Anak usaha di sektor jasa penunjang energi tersebut berhasil memboyong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi TOP CSR Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (25/05/2026).
Capaian ini menjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan tahun ini, PDC berhasil menambah satu penghargaan, sekaligus mempertegas komitmennya dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam ajang tersebut, PDC meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 Corporate Level Star 4, TOP Leader on CSR Commitment 2026 yang diberikan kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, serta Special Appreciation on Environment untuk program unggulan perusahaan bertajuk Mari Kelola Jelantah Kita (MALIKA).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt. Direktur Utama PDC Fitra Adriza, Direktur Operasi PDC Agam Munawar, dan Pjs. Manager Food & Lodging Services (FLS) PDC Rahmat Wijaya dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Jakarta.
Fitra Adriza mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diraih perusahaan.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung program-program sosial dan lingkungan yang dijalankan PDC.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya para pekerja, mitra kerja, mitra binaan, serta masyarakat sekitar yang terus mendukung program-program PDC, khususnya program CSR,” ujar Fitra dalam keterangannya.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan program tanggung jawab sosial yang terintegrasi dengan prinsip Creating Shared Value (CSV) serta standar internasional ISO 26000 mengenai tanggung jawab sosial.
“Melalui implementasi program yang berkelanjutan, kami mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” katanya.
Program MALIKA Ubah Limbah Jadi Peluang Ekonomi
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam ajang penghargaan tersebut adalah Mari Kelola Jelantah Kita (MALIKA).
Program ini berfokus pada pengelolaan minyak jelantah yang diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi dan sabun ramah lingkungan.
Produk-produk hasil olahan tersebut kemudian dikemas secara eksklusif dan dipasarkan melalui berbagai pameran maupun kegiatan promosi lainnya.
Program MALIKA pertama kali dijalankan di Desa Buluh Manis dan Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Sebanyak 30 penerima manfaat yang terdiri dari ibu rumah tangga, anggota Karang Taruna, dan masyarakat sekitar dilibatkan dalam program tersebut.
Pjs. Manager FLS PDC Rahmat Wijaya mengatakan, keberhasilan program MALIKA mendorong perusahaan untuk memperluas implementasinya ke berbagai wilayah operasional lainnya.
“Ke depan, kami akan mengimplementasikan program MALIKA di seluruh proyek FLS PDC untuk memperluas dampak dan manfaat bagi masyarakat,” kata Rahmat.
Sementara itu, Direktur Operasi PDC Agam Munawar menilai program tersebut merupakan contoh nyata bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurut Agam, program CSR tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang mendukung keberlanjutan usaha.
“Program CSR merupakan bagian dari strategi korporasi untuk membangun keberlanjutan usaha, memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan hubungan dengan stakeholder, serta menciptakan shared value bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Agam.
Melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, PDC berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com




Komentar