Galeri
Beranda ยป Berita ยป Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman dan Kekinian

Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman dan Kekinian

Peserta mini talkshow berpose di Taman Langit AHC dengan latar belakang menara jam peninggalan Belanda. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Revitalisasi kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat sebagai kawasan wisata harus tetap mempertahankan keaslian peninggalan bernilai sejarah.

Bersamaan dengan itu patut dikembangkan juga elemen-elemen ikonik kekinian yang instagramable dan sektor yang dapat memberikan dampak ekonomi dengan memoderenisasi bangunan, pertokoan, dan menambah varian penyewa dan usaha kecil menengah (UMKM).

Unsur keberagaman dan multikulturisme budaya yang sudah hidup dan berakar di kawasan ini sejak ratusan tahun lalu harus tetap dipelihara dan dipertahankan.

Demikian benang merah yang dapat direntang dari acara Kick Off Revitalisasi Pasar Baru yang dikemas dalam mini talkshow bertajuk Kick Off Wajah Baru Passer Baroe yang digelar di Ruang Galeri 2 Kantor Berita ANTARA Jakarta.

Acara yang digelar secara kolaboratif antara pengelola Heritage Center Antara (AHC), Komunitas Wisata Kreatif Jakarta, dan unsur media, dan Pemda Jakarta itu dihadiri sekitar 80-an peserta dari kalangan usia yang didominasi Gen Z.

Direktorat Kebudayaan UI dan Komoenitas Makara Rancang Tadarus Cinta untuk Program Ramadhan

Sebelum duduk manis menyimak mini talkshow, peserta dihibur oleh penampilan gitar tunggal Buzar dengan lagu-lagu yang easy listening dan tarian Betawi.

Mereka juga . diajak berkeliling kawasan Antara Heritage Center (AHC). Di lantai 2, disamping menikmati berbagai barang antik para jurnalis tempo dulu seperti mesin tik, sepeda, mesin telex, mesib cetak, dan peralatan lainnya, pengunjung juga diajak menikmati pameran foto karya pewarta foto ANTARA.

Saat ini foto yang dipamerkan didominasi puluhan foto human interest hasil jepretan dari lokasi bencana banjir bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

Sebelum kembali ke ruang mini talkshow, peserta diajak berfoto di Taman Langit dengan latar belakang jam tua buatan 1917 dan memasuki ruang kerja Adam Balik, jurnalis yang juga salah seorang pendiri Kantor Berita ANTARA, sebelum.menjadi Wapres mendampingi Presiden kedua RI Soeharto.

Acara mini talkahow berlangsung interaktif. Antusiasme peserta nampak dari berondongan pertanyaan seputar AHC. Tampil sebagai pemapar Sofie Prameswari dari Antara Heritage Center (AHC), Founder Wisata Kreatif Jakarta Ira Lathief, dan model internasional Mike Octavian sebagai Gen Z yang lahir dan pernah ngamen sebagai “manusia silver” di keramaian kawasan Pasar Baru.

22 Januari Iwan Fals, Tanggal Kesetiaan dan Keberkahan

“Acara ini didedikasikan untuk menyambut program revitalisasi kawasan Cagar Budaya Pasar Baru yang telah menjadi program Pemerintah Daerah Jakarta,” ungkap Toton Hutomi, Program Director acara tersebut, di Jakarta, Sabtu (7/2).

Menurut Toton, dia membayangkan andai sudah direvitalisasi nanti bukan mustahil Pasar Baru akan seramai dan seviral Kawasan Belanja Blok M di Jakarta Selatan.

Menyanbung pendapat Toton, di mata Ira Lathief, Founder Wisata Kreatif Jakarta, kawasan Pasar Baru sangat mungkin menjelma jadi Blok M kedua atau bahkan serupa kawasan ikonik Myeongdong di Seoul, Korea.

“Saya terkesan dengan objek wisata
Myeongdong. Ini adalah surga belanja dan kuliner di Seoul yang banyak.membetot perhatian wisatawan mancanegara..

Kawasan ini terkenal dengan skincare murah, fashion kekinian, dan street food lezat. Suasana malamnya meriah dengan aneka sorotan lampu.

Cinta Sejati Endless Love, Lagu Ikonik yang Tak Pernah Usang

“Setiap turis akan diajak ke sini oleh biro travel,” ungkap Ira semringah.

Bagi Ira, agar memikat Pasar Baru seperti Blok M atau Myeongdong, revitalisasi Pasar Baru Jakarta harus mengubah citra dari “kota mati” menjadi hidup kembali dengan berbagai upaya kreatif.

“Pasar Baru memiliki potensi besar untuk menjadi sepopuler Blok M atau Myeongdong, asalkan mampu mengatasi kendala operasionalnya,” tegasnya.

Pasar Baru harus punya kiat untuk menarik banyak kafe, tempat kuliner yang viral, dan mendatangkan tenant baru.

Dengan begitu wisatawan akan ramai dan otomatis akan berdampak pada jam operasional yang lebih panjang. Sekarang jam 20.00 Pasar Baru sudah sepi bak kota mati.

Pasar Baru harus membuat spot ikonis yang instagramable agar menjadi daya tarik Gen Z yang gila ngonten di media sosial dan tentu seraya kulineran dan belanja.

Menurut Ira, kreativitas revitalisasi Pasar Baru dapat dikemas dalam bentuk acara kreatif seperti kegiatan jalanan. Pengelola bisa membuat konsep seperti โ€˜Citayam Fashion Weekโ€™ yang pernah viral namun telah dilarang.

“Di sini anak-anak muda dengan busana ala fashionista berlenggang lenggok di atas catwalk jalanan akan sangat menarik, sesuai ciri khas Pasar Baru,โ€ cetusnya.

Dalam amatan Ira, Pasar Baru sejak lama juga dikenal sebagai satu-satunya kawasan tua di Jakarta yang unsur keberagaman dan multikulturismenya terpelihara dengan baik.

Di sini orang lokal (pribumi), hidup rukun dan damai bersama orang asal Eropa, India, China, dan Arab.

“Saya tidak melihat keberagaman serupa itu di wilayah Jakarta lainnya,” ujar Ira.

Gedung bersejarah

Dalam paparannya, Sofie Prameswari dari AHC mengatakan, Gedung Kantor Berita ANTARA adalah peninggalan Belanda yang pada masanya pernah diaktifkan sebagai kantor berita Aneta Belanda dan kantor berita Domei Jepang.

“Dari sinilah proklamasi kemerdekaan RI pertama kali disiarkan ke seluruh dunia. Jadi gedung ini sangat bersejarah,” katanya.

Yang tak kalah menarik, AHC juga merawat dengan baik ruang kerja jurnalis Adam Malik sebelum menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden ke-2 RI Soekarno.

“Bahkan beliau mendapat jodoh di sini. Pak Adam Malik menikahi sekretaris pribadinya,” paparnya.

Menurut Sofie, ruang kerja Adam Malik terjaga keasliannya baik berupa lantai, kaca patri, dan perlengkapan kerjanya.

Berbeda dengan ruang-ruang lainnya di AHC yang terbuka bagi umum, untuk masuk ke ruang kerja Adam Malik harus mengajukan surat permohonan jauh-jauh hari kepada pengelola gedung.

Wisatawan juga dapat melihat sebuah jam besar buatan tahun 1917. Setelah 30 tahun mati, AHC memperbaikinya dengan membeli mesin baru dari Belanda. Kini jam tua itu berputar dengan gagah dan akurat.

Berdiri megah dalam tampilan arsitektur kolonial Belanda yang dominan bercat putih, AHC termasuk dalam bangunan cagar budaya kelas A yang berusia 109 tahun pada 2026 ini.

AHC juga merupakan salah satu bagian dari Weltevreden, kawasan tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran Batavia, Hindia Belanda.

Kompleks AHC terdiri dari Griya Aneta dan Graha ANTARA. Griya Aneta adalah bangunan bermenara jam yang dibangun oleh seorang raja media asal Hindia Belanda, Dominique Willem Barrety pada 1917.

Kantor Berita Belanda Aneta dan beralih kepemilikan ke Kantor Berita ANTARA pada 1962 ketika Presiden Soekarno menguatkan posisi dan memastikan Kantor Berita Aneta dan kantor berita Jepang Domei di Pasar Baru menjadi milik Kantor Berita ANTARA.

Kedua gedung itu telah direvitalisasi menjadi AHC dengan berbagai fasilitas tanpa menghilangkan sisi sejarah dan maknanya sejak puluhan tahun lalu.

Sejumlah fasilitas dan ruangan di AHC, di antaranya Ruang Rapat Adinegoro, Ruang Rapat Kolaborasi, Museum ANTARA, Galeri 1, Galeri 2, Loby Utama Adam Malik, Ruang Atelier, Selasar Taman Langit, Taman Langit 1, dan Taman Langit 2.

Mulai 2026

Dari data yang berhasil dihimpun, sejak 2024 wacana revitalisasi Pasar Baru telah dicanangkan sejumlah pejabat di tingkat kementerian dan Pemprov Jakarta.

Saat meresmikan ronovasi Antara Heritage Center pada April 2024 lalu, misalnya Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan, AHC juga diharapkan bisa menjadi ikon baru destinasi wisata sejarah dan jurnalisme di Kota Jakarta.

Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan, revitalisasi kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat ditargetkan mulai dilakukan 2026 ini.

Menurutnya, Pasar Baru bukan sekadar pusat perdagangan, melainkan ikon budaya dan sejarah yang seharusnya mendapat perhatian khusus dalam pembangunan kota.

Dulu Pasar Baru pernah ramai dan berangsur sepi saat pandemi Covid 19. Dia optimistis setelah revitalisasi dirinya bisa ngembalikan keramaian minimal 50 persen.

Menurut Rano, revitalisasi Pasar Baru akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu yang mencakup Lapangan Banteng, Gedung Kesenian Jakarta, dan Kantor Pos Besar.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, akan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk membuka akses kawasan dan mengintegrasikan elemen-elemen sejarah dan budaya di dalamnya.

Dalam Revitalisasi itu Pemprov DKI akan menggandeng sektor perhotelan untuk membuat paket wisata yang menarik bagi wisatawan domestik, khususnya dari luar Jakarta.

Rano Karno terobsesi menjadikan Pasar Baru bebas dari kendaraan. Pada malam hari akan dibuka untuk street food, seperti yang diterapkan di Penang, Malaysia. (***)

Penulis: Herman Syahara/Wartawan Senior
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom