Nasional
Beranda ยป Berita ยป Inilah Tantangan dan Strategi Baznas Agar Zakat Jadi Kekuatan Bangsa

Inilah Tantangan dan Strategi Baznas Agar Zakat Jadi Kekuatan Bangsa

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengingatkan, tantangan pengelolaan zakat di Indonesia masih cukup besar, mengingat potensi zakat nasional yang tinggi belum sepenuhnya tergarap optimal, sementara literasi zakat masyarakat masih beragam. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengingatkan, tantangan pengelolaan zakat di Indonesia masih cukup besar, mengingat potensi zakat nasional yang tinggi belum sepenuhnya tergarap optimal, sementara literasi zakat masyarakat masih beragam. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan apresiasi terhadap peran strategis zakat dalam pembangunan nasional terkait dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurutnya, tema HUT ke-25 Baznas โ€œZakat sebagai Kekuatan Bangsaโ€ mencerminkan posisi zakat yang tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial-ekonomi yang mampu memperkuat ketahanan bangsa.

Senator Jakarta ini menilai, selama seperempat abad, Baznas telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih profesional dan terstruktur, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Program-program pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, tanggap bencana, hingga pemberdayaan ekonomi umat menjadi bukti bahwa zakat dapat dikelola secara modern dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

โ€œDi negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan tingkat ketimpangan yang masih menjadi tantangan, zakat memiliki potensi luar biasa sebagai penguat solidaritas sosial dan instrumen keadilan ekonomi. Zakat harus diposisikan sebagai bagian dari solusi kebangsaan,โ€ ujar Fahira Idris di Jakarta, Sabtu (17/01/2026) petang.

Namun demikian, Fahira Idris mengingatkan, tantangan pengelolaan zakat di Indonesia masih cukup besar. Potensi zakat nasional yang tinggi belum sepenuhnya tergarap optimal, sementara literasi zakat masyarakat masih beragam.

Di sisi lain, kompleksitas persoalan kemiskinan, pekerja informal, hingga kelompok rentan yang terdampak krisis global dan bencana, menuntut pendekatan zakat yang semakin adaptif dan berkelanjutan.

Ramadhan, Sejumlah Lingkungan Pemukiman di Depok Dihiasi Lampu Warna-warni dan Ornamen Bernuansa Islami, Mazhab: Ini Keren!

Aktivis perempuan ini juga menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik. Transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola yang kuat menjadi prasyarat utama agar zakat terus tumbuh dan memberikan dampak yang lebih luas.

Pemanfaatan teknologi digital dalam penghimpunan dan pelaporan zakat dinilai sebagai langkah strategis yang harus terus diperkuat.

Berangkat dari berbagai tantangan tersebut, Fahira Idris menyampaikan sejumlah strategi agar zakat benar-benar menjadi kekuatan bangsa. Pertama, penguatan tata kelola dan transparansi harus menjadi fondasi utama pengelolaan zakat.

Sistem pelaporan yang terbuka, audit yang konsisten, serta pemanfaatan teknologi akan memastikan dana zakat tersalurkan tepat sasaran dan berdaya guna.

Kedua, pendayagunaan zakat perlu semakin diarahkan pada program pemberdayaan produktif dan berkelanjutan. Zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi harus menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui penguatan UMKM, ekonomi pesantren, ekonomi syariah lokal, dan penciptaan kemandirian mustahik.

Diskomimfo Majalengka Mulai Bangun Internet Publik, Dari Taman hingga Pasar

Ketiga, sinergi antara zakat dan agenda pembangunan nasional perlu diperkuat tanpa menghilangkan prinsip-prinsip syariah. Zakat dapat menjadi mitra strategis negara dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan jaring pengaman sosial.

Keempat, peningkatan literasi zakat harus menjadi gerakan bersama. Edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, penting untuk membangun kesadaran bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi bagian dari kontribusi nyata membangun bangsa.

Ketua Umum Daiyah Parmusi ini menegaskan bahwa pada usia ke-25, Baznas berada pada momentum penting untuk melompat lebih jauh sebagai penggerak solidaritas nasional. Dengan tata kelola yang semakin profesional, orientasi dampak yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor, zakat diyakini mampu menjadi pilar ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia.

โ€œBangsa yang kuat tidak hanya ditopang oleh pertumbuhan ekonomi dan kekuatan politik, tetapi juga oleh nilai keadilan sosial yang hidup dan bekerja nyata. Jika dikelola dengan amanah dan visioner, zakat akan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia,โ€ pungkas Fahira Idris. (***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Wujud Apresiasi Dedikasi dan Prestasi Personel, Polres Garut Gelar Upacara Kenaikan Pangkat dan Penghargaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom