Info Kampus
Beranda ยป Berita ยป FMIPA UI Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Diabetes ke Warga di Kecamatan Cimanggis Depok

FMIPA UI Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Diabetes ke Warga di Kecamatan Cimanggis Depok

Pengmas FMIPA gelar pemeriksaan kesehatan ke wargaย Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.ย 
Pengmas FMIPA gelar pemeriksaan kesehatan ke warga Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas indonesia (FMIPA UI) melalui Departemen Kimia menggelar Program pengabdian masyarakat (Pengmas) di Lapangan Basket RW 15, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, pada Ahad (12/10/2025) lalu.

Giat bertajuk โ€œGenerasi Bebas Diabetes: Kenali, Cegah, dan Lawan" disambut antusias warga yang ikut antri agar dapat ikut pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan yang melibatkan 15 dosen, 6 mahasiswa, dan tenaga medis Fakultas Kedokteran (FK UI) ini diikuti sekitar 90 warga.

Kegiatannya mencakup edukasi kesehatan, senam, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga tampak antusias, banyak yang datang lebih awal untuk mengikuti senam dan pemeriksaan.

Peserta juga kompak mengenakan seragam olahraga S3LOKA Bukit Cengkeh 1 bernuansa merah, menegaskan semangat kebersamaan dan tingginya minat mereka mengikuti kegiatan ini.

UI Gelar Bukber dengan Wartawan, Perkuat Kolaborasi dan Siapkan Media Center

Ketua Tim Pengmas, Pugoh Santoso, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng., mengatakan kegiatan ini digelar sebagai respons atas tingginya angka diabetes di Indonesia. Data International Diabetes Federation (IDF) menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes kelima terbanyak di dunia, berada di bawah Tiongkok, India, Pakistan, dan Amerika Serikat.

Baca juga: Perkuat Jejaring Global, Rektor UI Resmi Jadi Advisor di South China Normal University

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena hasil Riskesdas dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI)

menunjukkan bahwa penyakit ini telah menjangkiti kelompok usia produktif 20โ€“79 tahun. Bahkan, sekitar 86 persen penderita belum terdiagnosis dan 70 persen tidak terkontrol, sehingga sebagian besar masyarakat hidup dengan risiko tinggi tanpa menyadarinya.

โ€œDiabetes bukan hanya persoalan medis, tapi juga kebiasaan hidup. Karena itu kami memilih pendekatan edukatif yang ringan dan bisa diterima keluarga,โ€ terang Pugoh.

Tingkatkan Literasi Internasional, UIII Depok Terima Hibah Ratusan Buku dari Program Read Japan Project

Program ini menampilkan sinergi lintas disiplin antara ahli kimia dan tenaga medis. Hadir sebagai narasumber, dr. Muhammad Firhat Idrus, Sp.PD., SubSp.GEH, yang menilai kegiatan ini efektif untuk deteksi dini.

"Banyak orang baru sadar berisiko diabetes ketika komplikasi muncul. Pemeriksaan seperti ini membantu mendeteksi tanda awal,โ€ katanya.

Selain materi klinis, tim juga memberikan edukasi nutrisi. Menurut Samira Husen Alamudi, S.Si., Ph.D., masyarakat masih minim memahami jenis-jenis diabetes dan risikonya.

โ€œKami jelaskan pola makan, porsi ideal, dan makanan dengan gula tersembunyi. Tujuannya agar warga bisa menerapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari,โ€ ungkapnya.

Ketua RW 15, Sabarudin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang memasuki tahun ketiga. Ia berharap program ini dapat digelar secara berkelanjutan.

Dorong Pemanfaatan AI Etis di Lingkup Kampus, Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador

Baca juga: Catatan Cak AT: Hakim Logika Dengkul

โ€œSaat ini keterlibatan dokter spesialis membuat warga semakin antusias. Harapan kami, kegiatan ini bisa rutin,โ€ ujarnya.

Wakil Dekan FMIPA UI yang juga warga RW 15, Prof. Dr. rer.nat. Budiawan, menilai pemeriksaan kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama lansia.

"Parameter seperti gula darah dan kolesterol penting dipantau, namun banyak yang belum sempat memeriksakan diri,โ€ ucapnya.

Ketua Departemen Kimia FMIPA UI, Asep Saefumillah, menyebut Pengmas merupakan upaya kampus meneguhkan perannya di tengah masyarakat.

Menurutnya, ilmu yang dimiliki menjadi bermakna ketika dapat diterapkan langsung.

"Bagi kami, keberhasilan bukan sekadar jumlah peserta, tetapi perubahan perilaku masyarakat yang kami edukasi. Artinya, apa yang kami sampaikan dipahami oleh masyarakat,โ€ katanya.

Pugoh menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program dan memperluas jangkauan kegiatan. Ia berharap edukasi yang dilakukan dapat mendorong masyarakat lebih sadar terhadap pencegahan sejak dini.

โ€œDiabetes adalah hasil kebiasaan bertahun-tahun. Karena itu edukasi harus terus dilakukan. Lebih baik mencegah daripada mengobati,โ€ pungkasnya. (***)

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom